Terapkan Konsep Kota Berkelanjutan, Begini Jurus Sutiaji Kelola Sampah Plastik Di Kota Malang
Sutiaji

Caption: Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Visi Kota Malang Bermartabat rupanya tak hanya mencangkup pemulihan ekonomi semata, namun juga pengelolaan dan pemanfaatan sampah guna menjadikan Kota Malang sebagai kota berkelanjutan atau kota hijau.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota (Walkot) Malang, Sutiaji. Ia pun memastikan pengelolaan sampah di Kota Malang telah diupayakan untuk dapat dikelola dengan baik dan profesional.

Untuk itu, Sutiaji juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 8 tahun 2021, yang mana Kota Malang berkomitmen untuk dapat mengurangi sampah plastik dan melakukan pengelolaan sampah yang dapat bernilai guna bagi masyarakat.

Baca Juga :  Jadi Nakhoda Baru PMKRI Cabang Malang, Goldensius Tegaskan Tak Ada Perpecahan di Tubuh Organisasi

“Kami ubah paradigma pengelolaan sampah menjadi sistem hulu ke hilir. Artinya hulu adalah sumber sampah, sedangkan hilir adalah pemrosesan akhir,” kata Sutiaji kepada wartawan di Kota Malang, Kamis (16/6/2022).

“Kami punya Bank Sampah Malang (BSM), yang sampai saat ini total nasabah sudah 30 ribu dengan 72 jenis sampah anorganik yang sudah terkelola,” lanjut dia.

Sutiaji melanjutkan, pengelolaan sampah plastik di Kota Malang tidak hanya berakhir di BSM. Dengan inisiatif pribadi, masyarakat Kota Malang juga terus berinovasi untuk mengurangi sampah plastik agar tidak langsung berakhir di pembuangan.

“BSM mendapatkan pengakuan masuk dalam 25 inovasi pelayanan publik pada tahun 2015. Ada kreativitas melalui sampah ditukar sembako yang digagas di Kelurahan Dinoyo. Selain itu juga ada Rumah Diapers yang dilakukan di Puskesmas Polowijen,” bebernya.

Baca Juga :  Obati Kerinduan terhadap Makanan Jadul, The Shalimar Boutique Hotel Gelar ‘Tong Tong Night Market’

Sutiaji menambahkan, pengelolaan sampah plastik dengan cara yang baik dan kreatif justru akan menjadi peluang, dan memberikan benefit tersendiri bagi warga Kota Malang.

“Banyak peluang dan tantangan, khususnya bagaimana dengan jumlah penduduk yang cukup besar, sampah yang dihasilkan bisa dikelola dan memberikan benefit bagi masyarakat dan Kota Malang pada khususnya,” pungkas Sutiaji. (ADV)

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi