Tembakau Daun Talas Non Nikotin Ala Blitar, Sudah Diekspor Ke Australia | SATUKANAL.COM
tembakau daun talas blitar

Mohamad Nursalim, warga Blitar menunjukan daun talas yang diolah menjadi tembakau non nikotin (foto: Bahtiar/satukanal.com)

Warga Kabupaten Blitar berhasil menyulap daun talas menjadi tembakau non nikotin. Bahkan, tembakau daun talas ini diklaim memiliki manfaat bagi kesehatan.

Satukanal.com – Bahtiar

Pandemi Covid-19 dipahami sebagian besar orang adalah musibah. Namun, pandemi juga berkah. Di balik itu, muncul banyak kreativitas dan peluang.

Seperti dialami Mohamad Nursalim. Saat pandemi, Warga Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar ini susah mencari pekerjaan. Kemudian,  iseng-iseng dia melihat media sosial, ada posting tentang olahan daun talas yang digunakan untuk obat-obatan.

Hatinya tergerak. Namun, dia berupaya membikin terobosan yang berbeda. “Saya coba mengolah daun talas menjadi tembakau,” katanya.

Upaya untuk mencapai produk yang ideal membutuhkan usaha keras. Dia mencoba membikin dengan cara manual. Namun,  tembakaunya keringnya lama, akibat sedikit ketebalan. Namun setelah beberapa hari terus berusaha mencoba, kemudian bisa kering dan ternyata berhasil.

Baca Juga :  Ratusan Sapi di Kota Blitar Disuntik Vaksin PMK Tahap Dua

“Setelah dicoba beberapa orang, banyak yang merasakan kalau lebih enteng di banding tembakau yang ada nikotinya,” ujar Nursalim saat diwawancarai Satukanal.com, Minggu (13/3/2022) sore.

Dari situlah, dia  mencari daun talas di hutan jati tak jauh dari rumahnya. Kemudian, dia langsung meracik tembakau daun talas tersebut dan memasarkan melalui media sosial.

“Untuk saat ini, penjualannya masih pasar lokal dan ke Australia. Awalnya saya memasarkan di medsos, namun ternyata banyak pesanan dari luar negeri,” kata Nursalim.

Tembakau daun talas ala Blitar buatan Nursalim tidak jauh beda dengan tembakau yang dijual pasaran. Namun, diyakini Nursalim mempunyai keunggulan. Selain tidak mengandung nikotin, tembakau daun talas ini juga diklaim bagus untuk kesehatan.

Baca Juga :  Nelayan Blitar Hilang Terseret Ombak Saat Pasang Keramba di Laut

Nursalim menambahkan, usahanya itu membuka lapangan pekerjaan baru di desanya. Warga dilibatkan untuk pencarian bahan baku. Nursalim menampungnya. 

Kebutuhan baku terus meningkat seiring bertambahnya pesanan tembakau daun talas. Saat ini banyak pesanan tembakau daun talas dari Kediri, Jombang, Surabaya bahkan ke Jawa Tengah.

“Harga untuk tembakau daun talas ini tidak jauh berbeda dengan tembakau biasanya. Saya membandrol dengan harga Rp14 ribu sampai Rp17 ribu/kilogram,” jelasnya.

Saat ini, sudah ada 8  pekerjanya untuk membuat tembakau daun talas. Mayoritas para pekerja adalah warga sekitar. “Kesulitan kami ini, kalau musim hujan seperti ini, karena hanya bisa menjemur setengah hari. Pasalnya cuaca yang tidak menentu membuat tembakau agak lama keringnya,” tutupnya. (Bahtiar)