7 Fakta Unik Seputar Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Jarang Diketahui Orang | SATUKANAL.COM
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Foto: suara.com)

Satukanal.com, Nasional– Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus menjadi pertanda bahwa negara kita terbebas dari penjajahan.

Jika biasanya proklamasi kemerdekaan dilakukan secara megah, namun di tahun 1945 di Indonesia hal tersebut sulit dilakukan.  Situasi keamanan yang tidak kondusif memaksa Soekarno dan Hatta mengumandangkan proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan cara yang sederhana.

Tak banyak yang tahu bahwa ada sejumlah fakta unik yang terjadi sebelum proklamasi kemerdekaan itu dibacakan. Fakta-fakta ini pun diungkapkan oleh Presiden Soekarno kepada Cindy Adams yang kemudian dibukukan dengan judul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Fakta Unik Seputar Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Adapun fakta-fakta unik seputar Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mungkin jarang diketahui orang dilansir dari buku berjudul judul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Berikut ulasannya.

1. Kertas untuk menulis teks Proklamasi disobek dari buku tulis anak sekolah

Menurut Bung Karno Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak dipahat di atas perkamen emas, melainkan hanya ditulis pada secarik kertas. Kertas tersebut didapat Bung Karno dari buku tulis bergaris-garis biru yang biasa dipakai oleh anak sekolah. Bung Karno mengaku menyobek sendiri kertas tersebut dan menuliskan teks Proklamasi di kertas itu.

2. Pena untuk menulis teks Proklamasi didapat dari meminjam

Terbatasnya persiapan, pena untuk menulis teks Proklamasi didapat dengan cara meminjam. Tidak seperti penulissan dokumen berharga yang lazimnya menggunakan pena bulu ayam, naskah Proklamasi kemerdekaan ditulis menggunakan pena biasa.

Dituturkan Bung Karno bahwa dirinya dan orang-orang yang turut menyusun naskah Proklamasi bahkan tidak terpikir untuk menyimpan pena tersebut. Bung Karno bahkan tidak ingat kepada siapa dirinya meminjam pena bersejarah itu.

3. Saat membacakan teks Proklamasi Bung Karno belum tidur dua hari dan sedang sakit malaria

Saat membacakan naskah Proklamasi Bung Karno mengaku sedang lelah. Tak hanya itu, beliau juga belum tidur selama dua hari dan sedang sakit malaria. Setelah pembacaan teks Proklamasi selesai beliau menggigil dari kepala sampai kaki. Suhu tubuhnya pun naik hingga 40 derajat. Meski demikian Bung Karno mengaku tidak dapat tidur.

4. Mahasiswa membuat selebaran dengan meminjam mesin stensil dari kantor-kantor Jepang

Sebelum Proklamasi kemerdekaan dibacakan berita tentangnya sudah menyebar dari mulut ke mulut. Sekelompok mahasiswa kemudian meminjam mesin stensil dari kantor-kantor Jepang tempat mereka bekerja dan begadang sepanjang malam untuk membuat selebaran.

Berkat informasi yang disebarkan dari mulut ke mulut itu juga selebaran buatan para mahasiswa rakyat berduyun-duyun memadati jalanan menuju lokasi Proklamasi dibacakan.

Menurut Bung Karno tak kurang 500 orang memadati beranda depan rumahnya menuntut naskah Proklamasi dibacakan. Mereka adalah petani, pedagang kelontong, nelayan, dan pegawai negeri. Masing-masing membawa parang, golok, bambu runcing, tongkat, sekop, bahkan batu.

5. Selebaran itu disebarkan dengan menaiki pick up hasil curian

Fakta unik soal Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berikutnya adalah selebaran kemerdekaan Indonesia disebarkan dengan menaiki pick up. Selebaran yang dibuat oleh para mahasiswa itu kemudian dibagikan kepada masyarakat. Mereka menyebarkannya pada pagi hari menggunakan pick up hasil curian.

Selebaran itu juga ditempelkan di pagar-pagar, diselipkan di jendela-jendela kereta api, dan dimasukkan ke kolong pintu rumah penduduk.

6. Mikrofon untuk membacakan teks Proklamasi hasil curian

Upacara pembacaan teks Proklamasi berlangsung sangat sederhana. Bahkan upacara tersebut tanpa protokol. Meski begitu, menurut Bung Karno apa yang kurang dari segi kemegahan acara tersebut digantikan dengan harapan yang besar.

Dalam foto-foto pembacaan Proklamasi kemerdekaan diketahui bahwa mikrofon yang digunakan Bung Karno untuk membacakan teks Proklamasi itu hasil curian. Informasi ini diungkap Bung Karno tanpa tahu siapa yang mencurinya dari stasiun radio milik Jepang.

7. Bendera merah putih dijahit tangan

Fakta unik Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selanjutnya yakni bendera merah  putih dijahit tangan. Berdasar penuturan Bung Karno, Ibu Fatmawati membuat bendera merah putih untuk dikibarkan setelah Proklamasi dibacakan. Ibu Fatmawati menjahit kain merah dan putih menjadi bendera dengan tangan. Diakui oleh Bung Karno bahwa itu adalah bendera resmi yang pertama dari Republik.

Setelah Proklamasi dibacakan, bendera itu dikibarkan di tiang bambu yang belum lama ditancapkan ke tanah. Prosesi pengibaran bendera itu juga sangat sederhana. Tidak ada iringan musik. Hanya lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan setelah bendera itu berkibar.

Nah, itulah fakta unik Unik Seputar Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang Jarang Diketahui Orang. Proklamasi di kala itu dilakukan secara sederhana dan dengan persiapan yang terbatas, namun tak menyurutkan semangat kemerdekaan untuk bangsa Indonesia.

 

(adinda)

Advertisements