Tahun Baru Imlek, Tak Ada Pertunjukan Barongsai Di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
IMG_20220131_194427-14ef5787

Klenteng Hoo Tong bio Banyuwangi (Abdul Konik/satukanal)

Satukanal.com, Banyuwangi – Perayaan Imlek di Klenteng Hoo Tong Bio, Banyuwangi tak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Selain dibatasi hanya 50 persen pengunjung, gelaran Barongsai juga ditiadakan.

Sekretaris Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hoo Tong Bio, Alexander Martin mengatakan, peniadaan pertunjukan barongsai tersebut dengan maksud untuk menghindari kerumunan.

“Di masa pandemi ini terpaksa tidak ada pertunjukan. Barongsai tetap ada tapi hanya untuk penyambutan Imlek saja sebagai tradisi tanpa ada tamu undangan, itupun hanya satu jam, setelah itu tepat pukul 21.00 kita melakukan sembahyang menyambut tahun macan air,” katanya Senin (31/1/2022).

Selain itu, peribadatan malam Imlek tahun ini juga dimajukan mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Karena kondisi masih pandemi Covid-19.

“Biasanya kita sembahyang bersama pukul 23.00 WIB, dengan acuan selisih satu jam dengan jam Tiongkok pukul 00.00 WIB. Khusus untuk besok dimajukan pukul 21.00 WIB, supaya tidak terlalu malam, karena masih pandemi,” terangnya.

Jemaat yang hadir juga di batasi 50 persen, yang biasanya ada 100 pengunjung kini hanya bisa dikunjungi 50-60 jemaat saja.

“Kita tidak menyebar undangan secara formal, cukup di grup grup aplikasi sosmed saja” singkatnya.

Alex Menyebutkan, persiapan penyambutan tahun baru imlek tersebut di lakukan sejak sepekan sebelumnya, mulai dari pemasangan lampion, pernak pernik hingga ornamen ornamen Imlek.

“Persiapan kita Mulai dari membersihkan Rupang Arca Dewa Dewi, Altar Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin. Baju dewa-dewa termasuk lampion sudah kita ganti yang baru.” Jelasnya.

Ia berharap Tahun Macan Air dalam perayaan Imlek tahun 2022 ini, semua dapat berjalan lancar.

“Terpenting pandemi cepat berlalu, kita semua diberi kesehatan, kemakmuran, dan kesejahteraan sepanjang tahunnya,” pungkas Alex.

 

 

Pewarta: Abdul Konik 
Editor: Ubaidhillah