Sutiaji Bakal Gandeng Perguruan Tinggi Untuk Isoter | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
Sutiaji Bakal Gandeng Perguruan Tinggi Untuk Isoter

Walikota Malang Sutiaji. (foto: Humas Pemkot Malang)

Satukanal.com, Malang – Pemaksimalan Isolasi Terpusat (Isoter) menjadi mandat dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, saat berkunjung ke Kota Malang, Jumat (14/8/2021).

Menanggapi hal itu, Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan pihaknya kini tengah bersiap untuk bekerjasama dengan lima perguruan tinggi di Kota Malang untuk pemaksimalan Isoter.

“Memang kemarin yang diinstruksikan adalah Isoter, dan saya sudah minta untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena memang kalau buat Isoter itu yang pasti kendala di tenaga kesehatan (nakes),” ujarnya

Kedepan, Sutiaji bakal meminta lima Perguruan Tinggi di Kota Malang yang memiliki Fakultas Kedokteran dan Keperawatan sebagai penanggung jawab di masing-masing Isoter. Kelima perguruan tinggi itu antara lain Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang), dan Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma).

Baca Juga :  Maraknya Kasus Hepatitis Akut di Kalangan Anak-anak, Walkot Malang Imbau Warga Perkuat Imunisasi

“Selain itu juga ada Satgas Covid-19 dari UB, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Malang, Persatuan Perawat Nasional lndonesia (PPNI) Kota Malang yang akan membantu. Kita sudah buatkan group kemarin untuk koordinasi lebih lanjut,” imbuhnya

Namun berapa jumlah mahasiswa yang akan diturunkan dalam membantu penanganan Covid-19 di Isoter belum diketahui olehnya.

“Prediksi berapa yang akan dikirimkan kita belum tau. Tapi yang pasti nanti ketika bertugas di Isoter kan ada yang bagian a, b, c, dan seterusnya. Itu yang akan memudahkan kita. Ada insentif untuk mereka. Saya sudah telfon beberapa rektor Perguruan Tinggi dan kepala Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) untuk menerjunkan mahasiswa kedokteran yang menjalani koas,” terang politikus partai Demokrat itu

Baca Juga :  Ini Tips Mudik Aman dari Dinkes Kota Malang

Nantinya dari semua jumlah sukarelawan Perguruan Tinggi, IDI, dan PPNI juga akan membantu memberikan pendampingan bagi masyarakat yang tergabung dalam program 12.000 relawan RT.

“Selain bertanggung jawab di Isoter, nanti ada yang bertugas memberikan dampingan pada relawan 3 orang per RT itu, yang totalnya 12.000 an,” sambung Sutiaji.

Sementara itu, secara ideal, kebutuhan nakes di isoter yaitu perbandingannya 1:5 untuk dokter, dan 1:6 untuk perawat. “Jadi kalau pasiennya 100, ya berarti butuh 20 dokter,” pungkasnya.

 

 

Pewarta :Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Adinda