Sudah 2 Kali Ambruk, Kini Jembatan Ngadi Kediri Didesain Lebih Panjang
Jembatan Ngadi

Caption: Sketsa desain bangunan Jembatan Ngadi di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tahun APBD 2021 (Foto: Anis/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kabupaten Kediri – Sudah dua kali ambruk, pembangunan Jembatan Ngadi di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang saat ini masih berlangsung diprediksi bakal lebih kuat dari sebelumnya.

Desainnya pun dibuat lebih panjang, dari sebelumnya 30 meter menjadi 47 meter, yang terbagi menjadi dua bentang 35 dan 12 meter.

Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra mengatakan, akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dan Kediri ini bakal diperkuat dengan pengaman jembatan.

“Abutment-nya kita undur. Terus kita buatkan pengaman jembatan, namanya stordam untuk menahan (jembatan) biar tidak ikut turun ke permukaan tanah di bawahnya,” jelas Irwan kepada satukanal.com, Sabtu (4/6/2022).

Baca Juga :  Jelang Penutupan Bursa Transfer, Persik Kediri Pilih Pinjamkan 2 Pemain Ini

Irwan menjelaskan, Jembatan Ngadi secara riwayat pernah dua kali ambruk akibat faktor alam. Derasnya aliran sungai di bawah jembatan kerap menyebabkan gerusan tanah di sekitar pondasi bangunan.

Dari sejarahnya, lanjut Irwan, Jembatan Ngadi sudah ada sejak zaman pemerintahan Hindia-Belanda. Hal ini melihat hasil konstruksi baja yang ada.

Kemudian Jembatan Ngadi pada tahun 2006 mengalami keruntuhan. Lalu dilakukan pembangunan kembali waktu itu dengan menggeser posisi jembatan ke arah barat.

Baca Juga :  Stadion Baru Bertaraf Nasional di Kabupaten Kediri Rampung Akhir Tahun 2023

“Namun belum sempat dilakukan pengamanan jembatan, itu putus lagi tahun 2017,” beber Irwan.

Adapun progres pembangunan Jembatan Ngadi saat ini sudah pada tahap pelaksanaan pembongkaran jembatan dari konstruksi lama, yang ditargetkan rampung satu minggu ke depan.

Setelah dilakukan pembongkaran, kontraktor pelaksana akan segera melakukan pembangunan pondasi untuk jembatan yang baru.

“Secara kontrak targetnya kita sampai pertengahan Desember (2022). Tapi kalau bisa kita lakukan percepatan, agar segera selesai,” pungkas Irwan.

Pewarta: Anis
Editor: U Hadi