Stasiun Luar Angkasa Internasional Ubah Orbit
May 22, 2022
Stasiun Luar Angkasa

Satelit luar angkasa. (Ilustrasi: Pixabay.com)

Satukanal.com  – Stasiun luar angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) harus melakukan manuver reboost untuk menghindari kemungkinan tabrakan dengan puing satelit milik Rusia yang diledakkan.

Stasiun luar angkasa harus menghindari puing-puing satelit yang  dihancurkan oleh Rusia pada 15 November 2021. Satelit militer itu sendiri dibuat 1982 dinamakan Cosmos 1408. Satelit tersebut dihancurkan oleh rudal darat.

Stasiun luar angkasa Internasional menghadapi bahaya karena satelit yang beratnya 2.200 kg menghasilkan cukup banyak sampah luar angkasa. Puing-puing tersebut akan melambat dan terbakar dan prosesnya dapat memakan waktu lebih dari satu dekade.

Para ahli khawatir bahwa puing-puing itu dapat menyebabkan “Efek Kessler” atau suatu peristiwa seperti ledakan satelit di orbit rendah Bumi. Efek Kessler tersebut akan menciptakan reaksi berantai yang dapat menghancurkan satelit lain di orbit.

Baca Juga :  Ini Lo Area 51 yang Selama ini Tersembunyi

Jika hal itu terjadi, puing-puing dapat terus bertabrakan dengan satelit lain atau puing sampah antariksa yang ada. Hal ini berpotensi akan menyebabkan masalah komunikasi dan membuat area ruang angkasa tidak dapat diakses oleh pesawat luar angkasa.

Satelit yang hancur menghujani ruang angkasa sekitar 1.500 keping sampah yang cukup besar. Hal tersebut dapat dilihat atau dilacak dengan teleskop. Hal itu akan menghasilkan ratusan ribu potongan yang lebih kecil.

Sampah antariksa tersebut berlomba mengelilingi planet dengan kecepatan hingga 8 kilometer (5 mil) per detik. Kecepatan tumbukan bisa mencapai 15 kilometer per detik, atau 10 kali lebih cepat dari peluru.

Baca Juga :  Ini Lo Area 51 yang Selama ini Tersembunyi

Dilansir dari iflscience.com, demi menghindari tabrakan luar angkasa seperti itu, stasiun luar angkasa internasional pada akhirnya berpindah tempat.

Untungnya, manuver reboost berhasil dilakukan dan menyelamatkan turis luar angkasa pertama ISS serta astronaut yang sedang bertugas di dalamnya.

Adanya kejadian tersebut, para astronaut menutup palka di antara bagian-bagian ISS dan naik ke kapal pelarian. Kemudian, para astronaut mereka menunggu lalu melakukan transit di tanpa kecelakaan.

Hanya tiga hari sebelum ledakan, ISS mengubah orbitnya untuk menghindari bertabrakan dengan sampah luar angkasa yang ditinggalkan oleh satelit tersebut.

Amerika Serikat baru mengumumkan tidak akan lagi melakukan uji coba rudal anti satelit yang mengakibatkan puing-puing di luar angkasa. Pihaknya mendesak negara lainnya untuk melakukan hal yang sama.