Soal Proyek Mangkrak Di Kota Mojokerto, Ning Ita: Manajemen Pelaksana Kurang Kompeten!
Kota Mojokerto

Caption: Proyek mangkrak Tugu Alun-alun Kota Mojokerto

Satukanal.com, Kota Mojokerto – Wali Kota (Walkot) Mojokerto, Ika Puspitasari, mengakui manajemen pelaksana mega proyek tahun 2021 kurang kompeten. Akibatnya, proyek yang dikerjakan tidak selesai tepat waktu, bahkan putus kontrak.

“Manajemen pelaksanaan kurang kompeten, berakibat pada proyek yang dilaksanakan tidak selesai tepat waktu,” kata Walkot yang akrab disapa Ning Ita ini dalam sidang paripurna dengan agenda jawaban Walkot atas pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Kota Mojokerto, Rabu (25/5/2022).

Ning Ita mengungkapkan, pihaknya telah menghitung dengan cermat proyek tahun 2021.

Namun pada kenyataannya, lanjut Ning Ita, proyek-proyek tersebut berjalan mangkrak. Ia menegaskan telah merencakan dengan cermat baik terkait alokasi waktu, biaya, peralatan yang digunakan, termasuk material pendukungnya.

“Kami sudah lakukan perhitungan dengan cermat, baik terkait alokasi waktu, biaya, peralatan dan sebagainya. Walaupun masih belum optimal,” sebutnya.

Terkait masih adanya proyek mangkrak, Ning Ita menyebut pihaknya akan mengevaluasi dan melakukan perbaikan di tahun anggaran 2022.

Baca Juga :  Begal Payudara Gentayangan dan Resahkan Warga Trawas Mojokerto, Ibu Muda Ini Jadi Korban

Ke depan pihaknya akan melibatkan semua pihak mulai dari perencanaan, pengendalian, serta pengawasan. Di mana pelaksanaan lelang telah dimulai sejak awal tahun 2022.

“Ke depan kami akan rencanakan lebih baik lagi, pengendalian serta pengawasan dengan melibatkan tenaga ahli dan aparat penegak hukum,” tuturnya.

Pada sidang paripurna sebelumnya, dua fraksi DPRD Kota Mojokerto mengritik beberapa proyek mangkrak tahun 2021. Di antara yang melayangkan kritik yakni dari Fraksi Gerakan Keadilan Sejahtera dan FPKB.

Kritik tersebut disampaikan dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi atas Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021, Sabtu (21/5/2022) malam.

Sementara sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PC PMII Mojokerto mengaku kecewa terhadap kinerja Walkot Ning Ita.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ana Yus Kristianingsih mengatakan, sejumlah proyek fastastis di Kota Mojokerto dikerjakan asal-asalan. Seperti pembangunan Kawasan Wisata Bahari Mojokerto yang sampai detik ini mangkrak.

Baca Juga :  Terkendala Zonasi, 28 Siswa SDN Ngingasrembyong Gagal Masuk SMP Negeri di Kota Mojokerto

“Kita bisa lihat pembangunan Wisata Bahari ini baru mencapai 20%, sedangkan anggaran yang gelontorkan Rp3,9 M,” ujar Ana.

Untuk itu, lanjut Ana, pihaknya mendesak Pemkot Mojokerto segera melaporkan pihak CV Aspira Utama sebagai pemenang tender karena tidak tepat waktu pengerjaannya.

Seharusnya proyek tersebut selesai bulan Desember 2021, namun hingga Februari 2022 proyek tersebut mangkrak.

“Saat kami sini beberapa waktu yang lalu, lima hari gedung ini terendam banjir dan hanya sembilan pekerja, seharusnya proyek ini selesai Desember 2021 lalu,” ucap Ana.

Selanjutnya, Ana menyoroti pembangunan proyek tugu Alun-alun Kota Mojokerto yang menelan anggaran Rp 2,3 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD 2021.

“Kami mendesak pemerintah Kota Mojokerto untuk segera melaporkan CV Indra Prasta kepada pihak berwajib, karena sudah di blacklist dan kabur. Pembangunan menara tugu alun-alun tidak ada relevansinya dengan taman yang paru-paru kota,” beber Ana.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi