SMA Laboratorium UM Laksanakan PTMT, Para Guru Diwajibkan Mengawasi Murid Dari Sampai Hingga Pulang | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
SMA Laboratorium UM tampat depan (Foto: Lutfia/satukanal)

SMA Laboratorium UM tampat depan (Foto: Lutfia/satukanal)

Satukanal.com, Malang – Sekolah Menengah Atas (SMA) Laboratorium UM, yang ada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Dalam menjalankan PTM tersebut sekolah menerapkan Prokes sangat ketat.

Humas SMA Laboratorium UM, Fia Tutut Riswanti mengatakan, di sekolahnya para guru dituntut proaktif memantau siswa agar benar-benar menerapkan Prokes. Salah satunya dengan cara bergantian melakukan monitoring siswa setiap berada di sekolah.

“Penguatan prokes kita, gurunya wajib di kelas mulai anak masuk hingga pulang. Misalkan ganti jam, harus ada gurunya sehingga sebelum guru (pengganti) datang, tidak boleh pergi,” ujar Fia Tutut Riswanti selaku, Humas SMA Laboratorium UM.

Baca Juga :  Ini Pesan Bupati Jombang ke Warga Jelang Hari Raya Idulfitri

Selain itu, sekolah juga memastikan supaya kelas tidak pernah kosong dari pengawasan guru, hal ini juga berlaku pada jam istirahat. Pasalnya, para siswa hanya diperkenankan beristirahat di dalam kelas lantaran kantin sekolah yang masih belum diperbolehkan untuk buka.

“Jam istirahat harus di dalam kelas, kantin tutup. Semua siswa bawa bekal atau bisa go food di stop di piket,” ujarnya.

Selain itu, jam sekolah juga diperpendek, jika sebelumnya para murid pulang pada pukul 16.00 WIB, kali ini hanya diberlakukan hingga pukul 12.00 WIB.

“Kalau prokes, pertama anak-anak untuk masuk mulai cek suhu, cuci tangan, di kelas juga sudah ada wastafel dan bapak-ibu guru mulai pagi datang sampai pulang harus ada di kelas. Di dalam kelas pun di lantai ada kotak-kotak (pembatas) yang tidak boleh dilewati,” lanjutnya.

Baca Juga :  Aturan Baru PTM 100 Persen Menurut SKB 4 Menteri, Orang Tua Diberikan Pilihan

Akibat PTMT ini membuat para guru harus selalu siaga dan tidak boleh lengah dalam melakukan pengawasan kepada para siswa. Pemantauan melalui CCTV pun tak luput menjadi perhatian bagi pihak SMA naungan Universitas Negeri Malang ini.

“Kita diawasi CCTV juga, kalau sampai teledor gurunya bisa dapat punishment, kalau siswanya kita ingatkan dulu nggak mungkin langsung punishment berat, dan kita berikan pengertian,” terang Fia.

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah