Peneliti Militer China Berencana Hancurkan Sistem Satelit Starlink Milik Elon Musk
Satelit Starlink

Satelit luar angkasa pemancar sinyal internet. (Ilustrasi: Pixabay.com)

Satukanal.com, Iptek – Para peneliti militer China menyerukan rencana pengembangan senjata untuk menghancurkan sistem satelit Starlink  yang dimiliki oleh Elon Musk. Hal tersebut dilakukan jika mengancam keamanan nasional China.

Starlink sendiri memiliki potensi besar aplikasi militer dan China harus mengembangkan tindakan pencegahan untuk mengawasi, menonaktifkan, atau bahkan menghancurkan megakonstelasi satelit Starlink ini.

Starlink merupakan jaringan internet satelit broadband yang dikembangkan oleh perusahaan SpaceX milik Musk dengan tujuan mengirimkan akses internet ke pelanggan di seluruh dunia.

Starlink dipuji karena dapat menyediakan Internet super cepat ke negara-negara berkembang, tetapi juga memiliki aplikasi militer yang diwaspadai oleh Beijing.

Starlink pertama diluncurkan pada 2019. Pada peluncuran pertama, SpaceX telah menempatkan lebih dari 2.300 di antaranya ke orbit rendah Bumi. Saat ini perusahaan merencanakan untuk mengirim hingga 42.000 satelit ke luar angkasa untuk membentuk megakonstelasi raksasa.

Namun, para peneliti China khawatir dengan rencana yang diduga berpotensi digunakan melacak rudal hipersonik atau bahkan menabrak dan menghancurkan satelit China.

Sebelumnya, satelit milik China beberapa kali nyaris bertabrakan dengan satelit Starlink. Negara tersebut mengeluh ke PBB pada tahun lalu, satelit China terpaksa melakukan manuver darurat untuk menghindari tabrakan dengan satelit Starlink pada Juli dan Oktober 2021.

“Kombinasi metode soft dan hard kill harus diadopsi untuk membuat beberapa satelit Starlink kehilangan fungsinya dan menghancurkan sistem operasi konstelasi,” tulis tim peneliti yang dipimpin oleh Ren Yuanzhen dari Institut Pelacakan dan Telekomunikasi Beijing, seperti dikutip dari Suara.com pada Sabtu (28/5/2022).

China telah memiliki beberapa metode untuk menonaktifkan satelit, seperti menggunakan jammer gelombang mikro yang dapat mengganggu komunikasi, laser resolusi milimeter yang dapat menangkap gambar dengan resolusi tinggi, dan rudal anti-satelit jarak jauh (ASAT).

Meski begitu, para peneliti China mengatakan langkah-langkah ini tidak akan cukup untuk menjegal satelit Starlink. kombinasi metode pembunuhan lunak maupun keras harus diadopsi agar satelit Starlink kehilangan fungsi dan menghancurkan sistem operasi konstelasi.

Saat ini belum diketahui secara persis apa yang akan dilakukan oleh China. Para peneliti mengusulkan bahwa China sebisa mungkin untuk mengembangkan satelit mata-matanya sendiri dengan tujuan mengintai Starlink dengan lebih baik. (aini/adinda)