Kemenkes Sebut Sinovac Diperbolehkan Sebagai Vaksin Booster | SATUKANAL.COM
Sinovac

Vaksin Covid-19 (Foto: Pixabay.com)

Satukanal.com, Nasional– Kabar bahagia bagi para penerima vaksin dosis satu dan dua Sinovac. Kini, Sinovac diperbolehkan sebagai vaksin booster dengan dosis penuh 0,5 ml. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dengan demikian, masyarakat warga penerima vaksin primer Sinovac dapat memperoleh booster dari lima jenis vaksin. Empat yang lain yakni AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), Moderna dosis penuh (0,5 ml), dan Sinopharm dosis penuh (0,5 ml).

Ketentuan itu diatur dalam Surat Edaran Nomor SR.02.06/C/2740/2022 yang diteken Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pada 26 Mei 2022.

“Vaksin yang digunakan untuk dosis lanjutan (booster) disesuaikan dengan ketersediaan vaksin masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired date terdekat,” demikian bunyi ketentuan tersebut.

Baca Juga :  Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 40 Dibuka Lagi, Cek www.prakerja.go.id Untuk Daftar!

Adapun, ketentuan ini telah melalui pertimbangan dan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 10 Maret lalu, dan juga telah melalui rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Perlu diketahui bahwa pemberian booster di Indonesia menggunakan dua skema. Pertama pemberian secara homolog, yakni pemberian booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin yang telah didapat sebelumnya.

Lalu, pemberian secara heterolog, yaitu pemberian booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin telah diterima sebelumnya.

“Vaksinasi dosis primer tetap harus dikejar agar dapat mencapai target,” kata Kemenkes.

Baca Juga :  Harga Pertamax Naik di Seluruh Indonesia, Cek Daftar Terbaru Harganya!

Ketentuan Regimen Booster Selain Sinovac

Lebih lanjut terkait ketentuan regimen booster lainnya, rinciannya sebagai berikut.

Vaksin primer AstraZeneca maka booster-nya bisa menggunakan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

Selanjutnya, vaksin primer Pfizer, untuk boosternya bisa menggunakan vaksin Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).

Vaksin primer Moderna, booster dapat menggunakan vaksin yang sama separuh dosis (0,25 ml). Kemudian vaksin primer Janssen (J&J), dapat menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml) sebagai booster-nya. Untuk Sinopharm dapat menggunakan booster Sinopharm dosis penuh (0,5 ml). (adinda)