Si Ikan Nila, Inovasi Kelurahan Bakalankrajan Di Ajang Sinovik 2021 | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
Si Ikan Nila, Inovasi Kelurahan Bakalankrajan Di Ajang Sinovik 2021

Sutiaji saat memaparkan dan mengikuti penilaian secara virtual Top 45 Inovasi Nasional (Foto: Humas Pemkot Malang)

Satukanal.com, Malang – Usai dinyatakan lolos dalam Top 99 Inovasi Nasional Gelaran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2021 , Walikota Malang, Sutiaji kembali memaparkan dan mengikuti penilaian secara virtual terkait inovasi Si Ikan Nila dalam rangka menuju top 45 Inovasi Nasional.

Inovasi Si Ikan Nila merupakan sentra intensif budidaya ikan nila menggunakan sistem bioflok. Inovasi Kelurahan Bakalankrajan tersebut menjadi inovasi pelayanan publik sebagai perwujudan percepatan reformasi birokrasi dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Sutiaji menjelaskan bahwa Si Ikan Nila menjadi salah satu inovasi unggulan di Kota Malang karena memiliki beberapa keunikan.

Salah satunya adalah inovasi budidaya ikan nila merah pada lahan tidak produktif atau sempit kawasan perkotaan menggunakan teknologi bioflok, berbasis kewilayahan dan keswadayaan dengan sistem kemitraan.

Baca Juga :  Polresta Malang Bersama Pemkot Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2022

Dengan 85 pembudidaya yang mayoritas adalah generasi milenial maka produksinya tembus sampai 26,4 ton/tahun dengan omset 660,9 juta rupiah/tahun. “Ini adalah potensi yang luar biasa bagus sehingga patut kita apresiasi,” ujar Sutiaji.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Kelurahan Bakalankrajan mampu menjadi pioner bioflok secara kewilayahan dengan berbasis pemberdayaan masyarakat dan keswadayaan wilayah.

Inovasi ini juga bukan hanya sekedar budidaya biasa, namun lebih jauh telah mampu terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir di wilayah Kelurahan Bakalankrajan.

“Mulai dari pembenihan, pembesaran, edukasi teknis kolam, pengolahan pasca panen, pariwisata sampai dengan pemasaran menjadi satu kesatuan usaha yang dilaksanakan bersama-sama,” tuturnya lagi.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Elf Tubruk Truk Fuso yang Mogok di Kediri, 2 Penumpang Asal Malang dan Batu Tewas di TKP

Pria berkacamata tersebut mengatakan, Hasil panennya pun telah dijual dan dimanfaatkan oleh beberapa pelaku usaha di bidang kuliner, sehingga terjadi peningkatan pendapatan masyarakat pekerja sektor informal yang mencapai 1,8 juta rupiah persiklus kolam.

Tentu, ini mampu menurunkan tingkat pengangguran dimana muaranya terdapat 85 pembudidaya dan 121 orang pelaku usaha pendukung budidaya (pasca panen dan UMKM Olahan).

“Fenomena menarik lainnya adalah konsumsi ikan meningkat serta gizi masyarakat membaik, tingkat angka stunting juga menurun di wilayah kelurahan Bakalankrajan. Inovasi ini patut kita support demi kemaslahatan masyarakat” Pungkas Sutiaji.

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Adinda