Shinzo Abe, Mantan Perdana Menteri Jepang Meninggal Dunia Usai Jadi Korban Penembakan | SATUKANAL.COM
Shinzo Abe

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat memberikan konfrensi pers di kediaman resmi Perdana Menteri, Tokyo, Jepang (Foto: suara.com)

Satukanal.com, Internasional– Shinzo Abe, Mantan Perdana Menteri Jepang dinyatakan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan saat menggelar kampanye di Kota Nara, Jepang pada Jumat (8/7/2022).

Ia meninggal dunia di usia 67 tahun. Pelaku penembakan yang diketahui seorang pria berusia 41 tahun menembak dua kali yang mengenai bagian dada dan leher korban. Setelah sempat dilarikan ke rumah sakit, Shinzo kini dinyatakan meninggal dunia.

Media The Guardian yang mengutip dari kanal berita Jepang NHK sebelumnya mengabarkan bahwa Shinzo dalam kondisi yang darurat setelah tidak memperlihatkan tanda-tanda vital.

“Kematiannya pertama kali dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik NHK,” demikian lapor NHK yang dikutip oleh The Guardian.

Diketahui, Shinzo sebelumnya telah menjabat sebagai salah satu PM Jepang dengan masa jabatan terlama sepanjang sejarah modern Negeri Sakura. Ia telah mencanangkan berbagai kebijakan baik pada urusan dalam maupun luar negeri pada saat menjabat.

Berikut profilnya beserta sepak terjang kariernya yang panjang sebagai PM Jepang dengan jabatan terlama.

Baca Juga :  Program Vaksin Booster Kedua Untuk Nakes Sudah Dimulai, Ini Jenis Vaksinnya

Profil Shinzo Abe

Shinzo Abe lahir dari keluarga yang cukup berpengaruh dalam dunia politik dalam negeri. Ia dilahirkan pada 21 September 1954 di Tokyo oleh pasangan Shintaro Abe, seorang politisi yang menikah dengan perempuan bernama Yoko Abe.

Keluarga Abe telah mencetak berbagai politisi, tak lain adalah ayah dari Shinzo yakni Shintaro Abe. Mengikuti jejak sang ayah dan kakeknya, Shinzo Abe juga turut terjun ke dunia politik. Ia meneruskan karier ayahnya dengan tergabung dalam Partai Demokrat Liberal.

Awal karier Shinzo dalam dunia politik terbilang menjanjikan. Pasalnya, pada awal-awal ia berkiprah di partai, ia menjadi perwakilan untuk Prefektur Yamaguchi pada 1993. Bahkan, pada tahapan pemilihan suara, ia juga memperoleh suara terbanyak dalam sejarah pemilu di Yamaguchi.

Tak hanya menjadi perwakilan daerah, Shinzo akhirnya menjadi kandidat Perdana Menteri Jepang dan berhasil dipilih pada 2006.

Pada periode pertama menjabat sebagai PM, Shinzo banyak mencanangkan berbagai kebijakan yang dinilai tegas, salah satunya terlihat dari kebijakan luar negeri konfrontatif dengan negara tetangga seperti Tiongkok, Korea Selatan, hingga Korea Utara.

Baca Juga :  Malam 1 Suro dan Sederet Mitos yang Masih Dipercayai Orang

Pada urusan dalam negeri, Shinzo juga banyak kontribusi seperti upaya penyeimbangan anggaran negara, memperbaiki kebijakan perpajakan melalui pengangkatan ahli perpajakan, Koji Omi sebagai Menteri Keuangan, hingga kebijakan sosial lainnya seperti penanaman nasionalisme Jepang.

Gaya kepemimpinan Shinzo yang dinilai konservatif namun tegas konsisten diterapkan hingga empat kali dipilih sebagai perdana menteri.

Pada periode keempat kepemimpinannya Shinzo mengundurkan diri pada Juni 2020 silam dengan alasan kesehatan, menungkil dari suara.com.

Dengan begitu, pengunduran diri tersebut menandakan berakhirnya kepemimpinan Shinzo sebagai PM Jepang yang menjabat selama 14 tahun, yakni dari 2006 hingga 2020. Menjadikan dirinya PM Jepang dengan jabatan terlama sepanjang sejarah.

Itulah informasi mengenai Shinzo Abe, eks PM Jepang yang meninggal dunia lantaran mengalami penembakan di hadapan publik. Adapun profil singkat tentang Shinzo juga telah dijelaskan di atas.

 

(Adinda)