Sejarah Idul Adha Penting Untuk Diketahui Bagi Umat Muslim 2022 | SATUKANAL.COM
Idul Adha

Ilustrasi perayaan hari raya Idul Adha yang identitk dengan umat muslim dan hewan kurban dengan kisah Nabi Ibrahim (Foto: gramedia.com)

Satukanal.com, Nasional – Idul Adha tahun 2022 sebentar lagi akan dirayakan oleh umat muslim di Indonesia. Hari raya Idul Adha 2022 kali ini akan jatuh pada tanggal 10 Juni 2022 mendatang setelah ditetapkan oleh pemerintah lewat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Bagi umat muslim keutamaan perayaan hari raya Idul Adha sama halnya dengan Idul Fitri, dimana penetapan hari raya Idul Adha penetapannya beberapa bulan setelah hari raya Idul Fitri. Sementara pada kalender islam atau hijiriah hari raya Idul Adha jatuh pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah.

Selain itu, hari raya Idul Adha identik dengan hewan kurban, hal tersebut bukan tanpa dasar, tetapi memang ada faktor secara kesejarahan yang membuat umat muslim berbondong-bondong menonton atau bahkan mengikuti porsesi penyembelihan hewan kurban.

Penyembelihan hewan kurban tentu memiliki tata cara tersendiri dan tidak sembarang orang dapat melakukannya, biasanya hewan yang dijadikan sebagai hewan kurban adalah sapi, kambing, hingga domba.

Kisah keteladanan Nabi Imbrahin dan Nabi Ismail sangat erat hubungannya dengan hari raya Idul Adha atau bahkan dengan hewan kurban, dimana kedua Nabi termasuk dalam dua puluh lima Nabi yang wajib diketahui oleh umat muslim seluruh dunia.

Dimana hari raya Idul Adha merupakan sebuah peringatan akan sebuah kurban, yakni ketika Nabi Ibrahim bersedia untuk mengorbankan puteranya, Nabi Ismail untuk disembelih. Dimana hal tersebut dilakukan oleh beliau sebagai bentuk kepatuhannya terhadap perintah Allah SWT.

Sejarah atau Kisah yang Melatarbelakangi Adanya Perayaan Hari Raya Idul Adha:

Dilansir pada laman Gramedia.com, diceritakan kala itu, Nabi Ibrahim yang sudah lanjut usia bersama dengan Siti Hajar belum dikarunia seorang anak, dengan kondisi yang demikan Nabi Ibrahim sangat menginginkan kehadiran seorang anak laki-laki untuk melanjutkan perjuangannya dalam menyebarkan dan menegakkan syiar Islam yang merupakan ajaran Allah SWT di muka bumi.

Baca Juga :  Doa Belajar untuk Persiapan Back To School, Ilmu Jadi Berkah

Sehingga Nabi Ibrahim tidak berhenti berdoa pas setiap harinya supaya segera diberikan keturunan, saking tekunnya berdoa, doa tersebut diabadikan dalam Al-Quran yakni pada surah Ash-Shaffat ayat 100. Melalui doa-doa tersebut akhirnya Allah SWT mewujudkan keinginan nabi Ibrahim punya keturunan melalui istri keduanya yakni Siti Hajar.

Perlu diketahui istri pertama Nabi Ibrahim adalah Siti Sarah yang berada di Kota Yerusalem, setelah menikahi Siti Hajar Nabi Ibrahim kemudian membawanya ke Mekah untuk tinggal disana, beberapa saat Siti Hajar mengandung hingga melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ismail.

Kebersamaan Nabi Ibrahim dan Siti Hajar beserta ptranya tersebut tidak dapat diraskan dalam waktu yang lama, sebab Allah SWT memerintahkan beliau untuk segera kembali kepada istri pertamanya, yaitu Siti Sarah. Dengan perintah tersebut jelas Nabi Ibrahim sangat berat hati dan sedih karena harus meninggalkan Siti Hajar dan Ismail yang kala itu masih menyusui, di daerah Mekah.

Selama ditinggal oleh Nabi Ibrahim, Siti hajar mengalami beberapa kesulitan diantaranya adalah kesulitan untuk menemukan sumber air minum yang layak untuk anaknya, dimana pencarian akan sumber air minum tersebut dilakukan oleh Siti Hajar dengan berjalan cepat sebanyak tujuh kali dari Shafa ke Marwah.

Peristiwan pencarian sumber air minum tersebut yang kemudian diabadikan dalam proses ibadah Sa’i yang merupakan salah satu rukun ibadah Haji, yakni dengan berlari-lari kecil dari Shafa ke Marwah. Siti Hajar adalah orang yang menemukan sumber air abadi tersebut yang kemudian dinamakan sebagai zam-zam.

Beberapa tahun kemudian Nabi Ibrahim kembali lagi ke Mekah untuk menemui Siti Hajar dan Ismail hal tersebut membuatnya bahagia, apalagi Ismail sudah tumbuh menjadi anak sehat. Namun belum lama menikmati pertemuannya dengan keluarga tercinta, Allah SWT memberikan ujian lagi kepada Nabi Ibrahim.

Baca Juga :  Kapan Puasa Asyura 2022? Simak Jadwal dan Niat Puasanya!

Allah SWT memberikan ujian kepada Nabi Ibrahim melalui mimpi, dimana Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih puteranya. Hal tersebut tentu saja membuat bimbang, karena itu merupakan perintah langsung dari Allah SWT.

Dengan memberanikan dirir beliau pun mengajak bicara dengan Ismail bahwa dirinya harus menyembelih anaknya tersebut. Kemudian jawaban Ismail pun membuat Nabi Ibrahim kaget, sebab puteranya bersedia untuk dijadikan kurban sebagaimana perintah langsung dari Allah SWT.

Akhirnya Nabi Ibrahim melangsungkan prosesi penyembelihan kepada anaknya sendiri yaitu Ismail. Awalnya, Nabi Ibrahim sangat ragu untuk mengarahkan pisau kepada anaknya. Lantas, Ismail berkata “Wahai Ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepadamu. Engkau akan menemuiku insyallah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah Allah SWT..”

Prosesi penyembelihan tiba dengan diikatkanlah kedua tangan dan kaki Ismail diatas lantai. Lalu Nabi Ibrahim dengan memejamkan matanya, memengang pisau (parang) kearah leher Nabi Ismail dan penyembelihan pun dilakukan. Namun, Allah SWT langsung menggantinya posisi Nabi Ismail tersebut dengan domba yang diturunkan langsung dari langit.

Melalui peristiwa penyembelihan Nabi Ismail yang kemudian digantikan menjadi hewan domba oleh Allah SWT itulah yang menjadikan sejarah dari Hari Raya Idul Adha. Melalui peristiwa hidup yang dialami oleh Nabi Ibrahim beserta keluarganya juga menjadikan lahirnya Kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat muslim di seluruh dunia beserta dengan keberadaan air zam-zam yang tidak pernah kering sejak ribuan tahun silam.

Secara tidak langsung, keberadaan air zam-zam dan ibadah sa’I juga menjadi tonggak perjuangan dari seorang wanita yang sabar dan tabah, yakni Siti Hajar.

(Ali/Adinda)