Sebar Berita Hoax Soal Begal Klitih, Dua Warga Blitar Diamankan Polisi | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
Dua pelaku penyebar hoax saat berada di Polres Blitar (Gilang/Satukanal)

Dua pelaku penyebar hoax saat berada di Polres Blitar (Gilang/Satukanal)

Satukanal.com, Blitar – Dua warga Kabupaten Blitar diamankan Satreskrim Polres Blitar lantaran sengaja menyebar berita bohong soal kejadian begal dan pembacokan di wilayah Kota Blitar, Rabu (20/4/2022) sore.

Dua pelaku penyebar berita hoax yaitu, Indra Wahyu (29 tahun) warga Sutojayan Kabupaten Blitar dan AB (18 tahun), pelajar asal Wlingi Kabupaten Blitar. 

“Mereka kami tangkap namun, dengan pertimbangan asas manfaat dan asas kemanusiaan, kami hanya melakukan pembinaan kepada kedua pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Momon Suwito Pratomo, Rabu (20/4/2022) sore.

Momon mengatakan, polisi juga meminta kedua pelaku menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

“Selama dalam pembinaan, kami akan mengawasi perilaku kedua pelaku,” ujarnya.

Lebih lanjut Momon menjelaskan, berita bohong soal kejadian begal di utara Makam Bung Karno kali pertama diunggah oleh Indra di grup WhatsApp (WA) komunitas motor Honda Supra pada Senin (18/4/2022) malam.

Baca Juga :  HUT ke-57 Lemhanas RI, Gubernur Lemhanas Gelar Upacara Ziarah Kebangsaan di Makam Bungkarno

Indra mengunggah tulisan berbunyi ‘infone tas enek wong dibacok nek lor Makam Blitar (infonya ada orang dibacok di utara Makam Bung Karno Blitar)’ di grup WA komunitas motor Honda Supra.

Tulisan yang diunggah Indra di grup WA itu kemudian mendapat tanggapan dari anggota grup termasuk AB.

Seperti sok tahu, AB menambahi informasi dari Indra dengan mengunggah sebuah video sosok perempuan tergeletak dengan kondisi berdarah di tengah jalan.

“AB mengunggah video itu dengan menambah tulisan tanya apakah orang di video itu korban begal-nya? Padahal perempuan di video itu merupakan korban kecelakaan sudah lampau,” katanya.

Dikatakan Momon, percakapan soal kejadian begal di grup WA itu kemudian dicapture lalu diunggah di salah satu grup Facebook dan viral, sehingga membuat warga resah.

Baca Juga :  Songkok dan Mukena Batik Ciprat Karya Disabilitas Kabupaten Blitar Banjir Permintaan

“Tim patroli cyber kami mendapati informasi itu dan melakukan pengecekan. Kami mendapatkan nomor telepon dari tangkapan layar percakapan di grup WA yang diunggah di FB,” ujarnya.

Dari nomor telepon itu, polisi menelusuri orang pertama yang membuat informasi bohong soal kejadian begal atau pembacokan di utara Makam Bung Karno.

“Akhirnya kami mengamankan Indra, orang pertama yang mengunggah informasi soal begal di grup WA. Info bohong soal begal di grup WA itu dibumbui sama AB dan akhirnya viral. Masyarakat sempat resah dengan berita bohong itu,” tutupnya.

 

 

Pewarta: Gilang Bachtiar 
Editor: Ubaidhillah