326 Narapidana Mojokerto Mendapatkan Remisi Idul Fitri 1443 H | SATUKANAL.COM
May 22, 2022

Pemberian remisi Narapidana Lapas kelas 2 B Mojokerto (Dokumen Humas Lapas)

Satukanal.com, Mojokerto – Sebanyak 326 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Kelas 2 B Mojokerto mendapatkan remisi khusus pada Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah atau 2022 kali ini.

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi mengatakan, remisi ini diharapkan memotivasi warga binaan untuk penyadaran diri.

“Remisi khusus ini agar WBP untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari serta selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalani,” ungkap Dedy dalam sebuah pers rilis tertulis, Selasa (3/5/2022).

Pemberian hak remisi dilakukan secara cepat dan transparan melalui sistem database pemasyarakatan (SDP) serta tanpa pungutan liar karena dilakukan secara dalam jaringan (Daring).

Dedy menyebut, besaran pengurangan masa pidana yang diberikan dalam remisi kali ini antara lain 15 hari, satu bulan, satu bulan 15 hari hingga dua bulan.

Baca Juga :  Kunjungi Mojokerto, Divpropam Polri Cek Kesiapan Petugas Pospam Sekarputih

“Ada 326 dapat remisi, empat orang dinyatakan langsung bebas karena masa pidananya menjadi habis saat diberikan remisi ini,” kata Dedi.

Dedi juga mengatakan, jumlah warga binaan pemasyarakatan di Lapas 2B Mojokerto per 2 Mei 2022 yakni 959 orang, dengan rincian 579 narapidana dan 380 tahanan.

Penghuni Lapas Kelas IIB Mojokerto kebanyakan dihuni oleh laki-laki 935 orang diantaranya narapidana sebanyak 571 Orang dan tahanan sebanyak 364 Orang. Sedangkan perempuan sebanyak 24 orang dengan rincian Narapidana 16 Orang dan tahanan 8 Orang.

“Para warga binaan ini didominasi oleh pidana khusus 725 orang dan pidana Umum 234 Orang. Pidana khusus 725 Orang itu kebanyakan Narkotika sebanyak 709 orang dan korupsi sebanyak 13 orang, dan ilegal loging sebanyak 3 orang,” ujar Dedy

Baca Juga :  Update Kasus Temuan Uang 5 M di Mojokerto, Polisi Periksa 9 Orang Saksi

Pihaknya terus mengoptimalkan layanan dan pembinaan warga binaan serta berusaha mengubah paradigma layanan pemasyarakatan menjadi lebih cepat, akurat dan tepat sasaran.

Tujuannya mencegah penyalahgunaan wewenang, mempermudah pemantauan, meningkatkan transparansi, dan kepastian hukum.

“Jangan pernah khawatir, hak-hak warga binaan pemasyarakatan pasti akan terpenuhi. Hal ini kami tetap memenuhi syarat pada aturan yang telah ditentukan,” ujar Dedy.

Untuk itu, Kalapas IIB Mojokerto mengajak seluruh warga binaan untuk terus berperan aktif dalam mengikuti program pembinaan serta tidak melakukan perbuatan melanggar hukum dan melanggar tata tertib di lembaga pemasyarakatan yang ada.

 

 

Pewarta: Alawi 
Editor: Ubaidhillah