Rayakan HUT Ke-20 WCC Dian Mutiara Bentuk Forum Kolaborasi Pengada Layanan Malang Raya Untuk Atasi Kekerasan Berbasis Gender (sekarang) | SATUKANAL.COM

Hut ke-10 WCC Dian Mutiara dan Forum Kolaborasi Pengada Layanan Malang Raya (Foto: Sri Wahyuningsih/Ketua WCC Dian Mutiara)

Satukanal.com, Kota Malang – Merayakan HUT yang ke-10 tahun, Women Crisis Center (WCC) Dian Mutiara membentuk Forum Kolaborasi Pengada Layanan Malang Raya untuk menanggulangi kekerasan berbasis gender dan mendorong kolaborasi antar 3 daerah.

Forum kolaborasi tersebut nantinya memiliki beberapa tugas awal, diantaranya identifikasi profil, sosialisasi keparalegalan, dilanjutkan dengan Perencanaan Pembangunan Responsif Gender (PPRG) dan promosi.

“Kita membentuk Forum Kolaborasi Pengada Layanan Malang Raya yang disetujui pada 20 Mei 2022 kemarin dan ada 3 koordinator untuk masing-masing wilayah. Ada laki-laki juga di dalamnya supaya laki-laki yang menjadi korban bisa turut sharing dan mendapatkan layanan,” ujar Sri Wahyuningsih selaku Ketua WCC Dian Mutiara, Sabtu (21/5/2022).

Menurut Wahyu, melakukan identifikasi profi dilakukan untuk mengetahui identitias para korban hingga pelaku untuk dapat menjadi pertimbangan pada proses PPRG. Begitupula dengan sosialisasi tentang peahaman atas keparalegalan yang nantinya akan diberikan kepada semua elemen termasuk RT/RW sebagai perwakilan dari masyarakat sekaligus kepanjangan tangan dari pemerintah.

“Keparalegalan itu isunya gender dan seks, membuat data terpilah gender seperti usia, pendidikan, bentuk kekerasan hingga sosialisasi UU TPKS. Data terpilah gender akan kita lanjutkan dengan PPRG karena kalau mau mencegah, menangani, harus tahu dananya berapa,” lanjutnya.

PPRG sendiri merupakan hal yang penting untuk menyamakan persepsi pemerintah daerah sebagai rujukan untuk membuat kebijakan maupun program pembangunan yang responsive gender. Wahyu juga menjelaskan terdapat 3 langkah yang dilakukan, seperti Menyusun data terpilah gender, melakukan analisis GAP (Gender Analysis Pathway), setelah itu penyusunan Gender Budget Statement (GBS).

“Kabupaten Malang sudah menyediakan dana untuk pemeriksaan Visum et Repertum (VeR), Kota Batu juga sudah dapat dana tahun ini, akan kita lihat apakah itu juga dimanfaatkan. Kalau Kota Malang sendiri masih perlu ditingkatkan, ada, tapi kurang mencukupi. Buktinya beberapa korban masih harus patungan untuk VeR,” jelasnya.

Dengan dibentuknya forum kolaborasi ini, diharapkan dapat menanggulangi sekaligus sebagai pencegahan adanya tindak kekerasan seksual di Indonesia khususnya area Malang Raya. Forum ini nantinya untuk menjembatani, membantu menyiapkan data supaya analisis terpilah gender dapat tersedia dengan baik.

 

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah