Rayakan Dies Natalies Ke-40, Polinema Lakukan Penguatan Link And Match | SATUKANAL.COM

Penandatanganan MoU Polinema dengan para mitra (Foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) jalin kerjasama dan perkuat link and match serta penandatanganan Memorandung of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Kota Malang dan 105 mitra untuk perkuat sinergitas dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, hingga kemasyarakatan.

Wali Kota Malang, Sutiaji juga berharap dalam rangkaian dies natalis Polinema yang ke-40 ini dapat menjadi ajang untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Malang.

“Harapannya anak-anak kita begitu keluar (lulus), pasar bisa menangkap. Ini juga sudah waktunya kita munculkan entrepreneur yang hebat, Kota Malang gudangnya teman-teman startup dan ini yang menjadi komitmen kita,” ujar Sutiaji ditemui dalam acara Expo Produk Inovasi dan Penguatan Link Polinema IDUKA – Polinema 2022 pada Senin, (23/05/2022).

Polinema sebagai salah satu kampus vokasi di Kota Malang bagi Sutiaji memiliki PR yang cukup besar untuk dapat menyelaraskan antara teori yang diajarkan dalam perkuliahan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Orientasinya adalah penelitian karena scientific approach, dan PR Polinema adalah untuk mengisi kekosongan itu,” lanjutnya.

Hal ini juga selaras dengan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto., ST., Msc., Ph.D. bahwa pendidikan vokasi di perguruan tinggi haruslah menerapkan kurikulum menjadi Project Based Learning (PBL). Kurikulum seperti inilah yang menurut Wikan sangat cocok untuk diterapkan supaya mahasiswa dapat terjun langsung melakukan praktik lapangan.

“Kami mendorong para rektor bahkan dekan agar improve kurikulumnya ke PBL karena kami meyakini bahwa cara belajar yang terbaik adalah dengan garap proyek, ketemu konsumen langsung,” ujarnya.

Dengan menerapkan kurikulum PBL, lulusan perguruan tinggi terlebih pendidikan vokasi bukan hanya tercipta menjadi tukang, namun menjadi calon innovator maupun entrepreneur. Dengan melakukan projek secara langsung, softskill para mahasiswa perlahan akan terlatih. Untuk itulah dalam rangkaian dies natalies ini juga sebagai ajang jalin relasi bersama sekitar 105 mitra untuk penerapan PBL.

“Saya yakin Polinema sendiri sudah mau mengarah ke sana, dan saya mengapresiasi sekali penandatanganan MoU dengan 105 mitra untuk menjadi mitra PBL. Kalau mahasiswa tidak ada projek dari pesanan nyata dan yang dipentingkan hanya dapat nilai, tidak ada tantangannya maka kita hanya menciptakan tukang, bukan menciptakan calon innovator dan entrepreneur,” seru Wikan.

 

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah