Ratusan Bahasa Daerah Di Indonesia Terancam Punah, Ini Rinciannya | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
bahasa daerah

Ilustrasi anak belajar bahasa (Foto: Pixabay.com)

Satukanal.com, Nasional – Bahasa daerah adalah salah satu ciri khas Indonesia. Namun walau memiliki ratusan bahasa daerah, ternyata ada beberapa diantaranya yang berada dalam kondisi kritis atau sangat terancam punah.

UNESCO dalam rilisnya pada 21 Februari 2019, menjelaskan bahwa sekitar 2.500 bahasa di dunia terancam punah, termasuk lebih dari 100 bahasa daerah di Indonesia.

Adapun UNESCO menggolongkan enam (6) tingkat keadaan bahasa berdasarkan penilaian vitalitas atau daya hidup bahasa. Dua diantara tingkatan itu adalah terancam dan sangat terancam.

  • Bahasa yang terancam disebut akibat anak-anak tidak lagi menggunakan bahasanya di rumah sebagai bahasa ibu.
  • Bahasa yang sangat terancam karena bahasa itu hanya digunakan antar generasi tua, tetapi tidak kepada anak-anak.

Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Pelindungan Bahasa dan Sastra melakukan kajian vitalitas bahasa dari tahun 2011 sampai 2019.

Dari hasil pembahasan KKLP Pelindungan Bahasa dan Sastra, berikut ini daftar status beserta nama berbagai bahasa daerah di Indonesia:

Bahasa dalam status Aman, maksudnya adalah bahasa ini masih dipakai oleh semua anak dan semua orang dalam etnik itu, yaitu:

  1. Bahasa Aceh – Aceh
  2. Bahasa Jawa – Jawa Tengah dan Jawa Timur
  3. Bahasa Sunda – Jawa Barat
  4. Bahasa Madura – Jawa Timur
  5. Bahasa Bali – Bali
  6. Bahasa Melayu – Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau
  7. Bahasa Minangkabau – Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu
  8. Bahasa Sentani – Papua
  9. Bahasa Korowai Karuwage (Korowage) – Papua
  10. Bahasa Biak – Papua
  11. Bahasa Sumbawa – Nusa Tenggara Barat
  12. Bahasa Bugis – Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah
  13. Bahasa Makassar – Sulawesi Selatan
  14. Bahasa Muna – Sulawesi Tenggara
  15. Bahasa Awban – Yahukimo, Papua
  16. Bahasa Sasak – Nusa Tenggara Barat
  17. Bahasa Bajo – Nusa Tenggara Barat
  18. Bahasa Bima (Mbojo) – Nusa Tenggara Barat
  19. Bahasa Dajub (Tokuni) – Papua
  20. Bahasa Serui Laut – Papua
  21. Bahasa Samawa – Nusa Tenggara Barat
Baca Juga :  Bupati Bogor Ade Yasin Terbitkan SE Larangan Terima Gratifikasi Sebelum Kena OTT KPK

Bahasa berstatus Rentan, Maksudnya adalah semua anak dan kaum tua menggunakan bahasa daerah ini, tetapi jumlah penuturnya sedikit, yaitu:

  1. Bahasa Buru – Maluku
  2. Bahasa Lisabata – Maluku
  3. Bahasa Luhu – Maluku
  4. Bahasa Meoswar (Roswar) – Papua
  5. Bahasa Kuri/ Nabi – Papua
  6. Bahasa Aframa/ Usku – Papua
  7. Bahasa Gresi – Papua
  8. Bahasa Ormu – Papua
  9. Bahasa Somu/ Toro – Papua
  10. Bahasa Mandar – Sulawesi
  11. Bahasa Minahasa – Sulawesi
  12. Bahasa Kerinci – Sumatera
  13. Bahasa Senggi – Senggi, Papua
  14. Bahasa Pamona – Morowali, Sulawesi Tengah
  15. Bahasa Rongga – Nusa Tenggara Timur
  16. Bahasa Wolio – Baubau, Sulawesi Tengah
  17. Bahasa Betawi – DKI Jakarta
  18. Bahasa Mansim Borai – Papua Barat
  19. Bahasa Bugis – Nusa Tenggara Barat
  20. Bahasa Oirata – Maluku
  21. Bahasa Dondo dialek Dampelas – Sulawesi Tengah
  22. Bahasa Gayo – Aceh
  23. Bahasa Seget – Papua Barat
  24. Bahasa Kayu Agung dialek Pagar Dewa (Ranau) – Sumatera Selatan

Status bahasa yang Mengalami Kemunduran Maksudnya adalah sebagian penutur anak-anak dan kaum tua dan sebagian anak-anak lain tidak menggunakan bahasa ini, yaitu:

  1. Bahasa Hitu – Maluku
  2. Bahasa Tobati – Papua
  3. Bahasa Hatam – Papua Barat
  4. Bahasa Gorontalo dialek Suwawa – Bone Bolango, Gorontalo
  5. Bahasa Saleman – Maluku
  6. Bahasa Yalahatan – Maluku
  7. Bahasa Rampi – Sulawesi Selatan
  8. Bahasa Lemolang (Limola) – Sulawesi Selatan
  9. Bahasa Minangkabau dialek Talang Mamak – Riau
  10. Bahasa Benggaulu – Sulawesi Barat
  11. Bahasa Ogan dialek Rawas – Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan
  12. Bahasa Enggano – Bengkulu
Baca Juga :  Febby/Ribka Mengunci Kemenangan Indonesia ke Final SEA Games 2021

Bahasa yang Terancam Punah Maksudnya adalah semua penuturnya berusia 20 tahun ke atas dan jumlahnya sedikit, sedangkan generasi tua tidak berbicara kepada anak-anak atau di antara mereka sendiri, yaitu:

  1. Bahasa Hulung – Maluku
  2. Bahasa Samasuru – Maluku
  3. Bahasa Mander – Papua
  4. Bahasa Namla – Papua
  5. Bahasa Usku – Papua
  6. Bahasa Maklew/ Makleu – Papua
  7. Bahasa Bku – Papua
  8. Bahasa Ponosokan/ Ponosakan – Sulawesi Utara
  9. Bahasa Konjo – Sulawesi Selatan
  10. Bahasa Bajau Tungkal Satu – Jambi
  11. Bahasa Lematang – Sumatera Selatan
  12. Bahasa Dubu – Keerom, Papua
  13. Bahasa Irarutu – Fakfak Papua
  14. Bahasa Podena -Sarmi, Papua
  15. Bahasa Sangihe Talaud – Minahasa, Sulawesi Utara
  16. Bahasa Minahasa – Gorontalo
  17. Bahasa Nedebang – Nusa Tenggara Timur
  18. Bahasa Adang – Nusa Tenggara Timur
  19. Bahasa Arguni (Taver) – Papua Barat
  20. Bahasa Kalabra – Papua Barat
  21. Bahasa Sawai – Maluku
  22. Bahasa Tunjung – Kalimantan Timur
  23. Bahasa Minangkabau dialek Sakai – Riau
  24. Bahasa Jawa dialek Bebasan – Cilegon, Banten

Bahasa dalam kondisi Kritis Maksudnya adalah penutur bahasa ini berusia 40 tahun ke atas dan jumlahnya sangat sedikit, yaitu:

  1. Bahasa Retta – Nusa Tenggara Timur
  2. Bahasa Saponi – Papua
  3. Bahasa Ibo – Maluku
  4. Bahasa Meher – Maluku Tenggara Barat
  5. Bahasa Letti – Maluku

Bahasa yang sudah Punah Maksudnya adalah penutur bahasa ini tidak ada lagi penuturnya, yaitu:

  1. Bahasa Tandia – Papua Barat
  2. Bahasa Mawes – Papua
  3. Bahasa Kaiely – Maluku
  4. Bahasa Piru – Maluku
  5. Bahasa Moksela – Maluku
  6. Bahasa Palumata – Maluku
  7. Bahasa Hukumina – Maluku
  8. Bahasa Hoti – Maluku

 

Editor : Naviska