Puluhan Peternak Ayam Petelur Di Kediri Malah Gulung Tikar Saat Harga Telur Naik, La Kok Bisa?
Kediri

Caption: Peternakan Ayam di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri (Istimewa)

Satukanal.com, Kediri – Puluhan peternak ayam petelur di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, gulung tikar.

Dari sekitar 30 peternak ayam petelur, kini tersisa hanya 5 peternak yang mampu bertahan.

Salah satu peternak asal Desa Plaosan Wates, Haji Slamet mengatakan, sejumlah peternak gulung tikar diakibatkan harga produksi pakan yang kian meningkat sejak tahun 2021.

Harga pakan yang sebelumnya Rp390 ribu per sak, sekarang mencapai Rp575 ribu per sak, dengan per sak beratnya 50 kilogram.

Baca Juga :  Bupati Kediri Terima Keluh Kesah Emak-emak, Dilapori Janji Palsu Oknum Petugas

“Telurnya enggak ada, afkir, dan banyak peternak yang berhenti,” kata Slamet, Rabu (25/5/2022).

Slamet menuturkan, banyaknya peternak gulung tikar ini membuat kelangkaan stok telur di pasaran. Akibatnya, harga telur mengalami kenaikan cukup tinggi.

Menurut Slamet, harga tekur dari kandang sebelumnya berada di kisaran Rp19.000-Rp20.000 per kilogram. Sekarang harga telur yang dijualnya ke para pedagang eceran di pasar Rp24.500 per kilogramnya.

Baca Juga :  Gagal di Laga Kandang, Roca Kembali Permasalahkan Finishing Para Pemainnya

Sementara setelah sampai di tangan konsumen, harga telur menembus angka Rp27.000 per kilogram.

“Peternak terpaksa menaikkan harga telur untuk menutupi kerugian,” beber Slamet.

Diakui Slamet, permintaan telur dari konsumen masih sangat tinggi di tingkat pasar. Namun kenaikan bahan produksi seperti pakan konsentrat yang mengakibatkan harga jual ikut meroket.

“Dari kandang idealnya dijual Rp21.000 per kilogram,” pungkas dia.

Pewarta: Anis
Editor: U Hadi