Puluhan Karangan Bunga Menyambut Kedatangan Jenazah Korban Asal Kediri Di Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
Puluhan Karangan Bunga Menyambut Kedatangan Jenazah Korban Asal Kediri di Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air

SATUKANAL.com, KEDIRI– Puluhan kiriman karangan bunga berdatangan, untuk menyambut kedatangan korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (23/01/2021).

Karangan bunga yang datang sejak Minggu lalu, semakin ramai di satu hari terakhir. Linda, yang juga tetangga korban mengatakan kiriman karangan bunga terakhir diketahui dari maskapai Pesawat Sriwijaya Air, Jumat (22/01/2021) malam.

Tragedi kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 hilang kontak pada rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/01/2021). Menelan korban asal Kediri yakni ibu (Rahmania Eka Nanda, 40 tahun) dengan dua anak perempuan (Fazzila Ammara, 6 tahun, dan Fathima Ashalina, 2,5 tahun).

Baca Juga :  Polda Jatim Amankan Seorang Tersangka Kasus Ledakan Petasan di Badas Kediri

“Iya, karangan bunga berdatangan sejak Minggu yang lalu. Semakin banyak datang tadi malam dari Sriwijaya Air,” ungkap tetangga korban, Linda, Sabtu (23/01/2021).

Selain itu jajaran Polres Kediri turut melakukan penjagaan ketat di kediaman rumah duka Rahmania. IPDA Sapto W menyampaikan jumlah pengamanan sebanyak 1 pleton atau kisaran 30 personil dari tim Sabhara, Satlantas, Reserse Polres Kediri.

Terlihat keluarga dan kerabat korban menunggu di rumah duka untuk menyambut kedatangan jenazah yang direncanakan datang hari ini, Sabtu (23/01/2021) siang. Selanjutnya jenazah akan dilakukan pemakaman secara langsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tulungrejo Pare.

Baca Juga :  Tim Labfor Polda Jatim Sebut Panas Listrik Jadi Pemicu Ledakan Petasan di Badas Kediri

Menurut informasi keluarga, hingga saat ini Sabtu (23/01/2021), pukul 12.00, jenazah korban  masih dalam perjalanan dari Juanda Surabaya menuju Kabupaten Kediri.

 

 

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal