Puluhan Dokter Hewan Dikerahkan Untuk Berusaha Mencegah Penyebaran Virus PMK Di Kediri | SATUKANAL.COM
May 22, 2022

Satukanal.com, Kediri – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri mengerahkan seluruh tenaga kesehatan hewan untuk mencegah penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Tercatat ada 4 dokter hewan dari Puskeswan DKPP Pare, Tarokan, Kandat, dan Purwoasri. Ditambahkan sebanyak 70 dokter hewan mandiri tersebar di 26 kecamatan Kabupaten Kediri.

Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, mengatakan sejumlah tenaga kesehatan hewan tersebut bakal memonitor penyebaran virus PMK kepada hewan ternak di wilayahnya.

Selain itu, monitoring virus PMK juga dilakukan dilokasi pasar hewan. “Setiap hari petugas kami keliling untuk melaporkan (keberadaan virus PMK). Kseluruhan dokter hewan mandiri maupun yang ada di puskeswan akan kita kerahkan diwilayahKabupatenKediri,” kata Tutik, Rabu (11/4/2022).

Baca Juga :  DKPP Kabupaten Kediri Minta Peternak Segera Lapor Jika Gejala PMK Muncul

Dia menjelaskan kasus penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku ini sangat berbahaya bagi hewan ternak. Tingkat penyebarannya yang tinggi mencapai 90 – 100 persen, berdampak kepada penurunan hasil harga jual yang signifikan.

Berbeda dari kasus-kasus penyakit hewan ternak sebelumnya seperti antrak, disebutkan Tutik ini memiliki tingkat kematian yang rendah. Namun penyebarannya virusnya yang tinggi.

“Ini agak beda dengan jenis penyakit yang lain. Biasanya penularannya tidak cepat, tapi kematiannya tinggi. Tapi kalau ini, penularannya yang sangat cepat, tingkat kematiannya rendah,” jelasnya.

Baca Juga :  Bocah 9 Tahun Jadi Korban Petasan, Enam Terduga Pelaku Diamankan Polres Kediri

Sejumlah ciri-ciri penampakan gejala fisik apabila terkena virus PMK. Hewan ternak mempunyai luka atau keripeng sekitar bibir atas bawah atau biasa disebut cingur.

Kemudian gejala spesifik berikutnya, di antara kuku atau bagian panggul hewan ada luka luka atau keropeng.

Tutik juga menegaskan apabila pemilik ternak mempunyai gejala tersebut untuk segera melaporkan ke petugas setempat. Sejumlah petugas sudah dibagi tugas mewakili setiap Kecamatan.

“Apabila ada leleran lewat hidung juga patut dicurigai untuk segera dilaporkan itu merupakan gejala spesifik yang mudah diamati dari luar,” pungkasnya.

Pewarta: Anis Firmansyah 

Editor: Ubaidhillah