Profil Shayne Pattynama, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Asuhan Shin Tae-Yong | SATUKANAL.COM

Shayne Pattynama saat menjalani latihan bersama Viking FK di liga teratas Norwegia (Foto: IG @s.pattynama)

Satukanal.com, Bola — Rencana Timnas Indonesia untuk mendatangkan pemain keturunan terus berlanjut, setelah sebelumnya Sandy Walsh dan Jordi Amat yang juga sudah tiba di Indonesia.

Nama Shayne Pattynama juga masuk dalam rencana pemain keturunan yang bakal mengisi skuad timnas Indonesia asuhan pelatih Korea Selatan Shin Tae-Yong.

Hal tersebut merupakan bagian dari memperkuat kedalaman skuad timnas Indonesia, baik Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama rencananya akan dinaturalisasi menjadi Warga Negera Indonesia (WNI) agar bisa bergabung dengan timnas Indonesia dalam beberapa waktu mendatang.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Juara AFF U-16 2022, Bungkam Vietnam 1-0

Pemain keturunan Indonesia-Belanda ini sudah tiba di Jakarta kemarin pada Minggu, (30/5/2022). Lewat akun pribadi instagramnya @s.pattynama ia menyampaikan perasaannya ketika tiba di Indonesia.

“Sangat senang berada di Indonesia untuk menyelesaikan proses naturalisasi. Saya tidak bisa datang lebih cepat karena saya memiliki komitmen klub dan permainan untuk dimainkan.” tulis Pattynama di sosmednya.

Berikut profil singkat Shayne Pattynama pemain keturunan Belanda yang sekarang tengah bermain bersama Viking FK di liga teratas Norwegia:

Pattynama bergabung dengan Viking FK sejak tahun 2021 dan telah menorehkan dua gol darri 26 pertandingan yang sudah dimainkan. Pattynama kini berusia 23 tahun.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Juara AFF U-16 2022, Bungkam Vietnam 1-0

Ia merupakan pemain keturunan dari ayah yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah dan ibunya yang merupakan perempuan asli Belanda, ia membela Viking FK dengan posisi fullback kiri dan gelandang.

Pattynama yang punya postur tinggi badan 180 cm ini juga pernah merasakan bermain di klub junior Ajax Amsterdam, Belanda. Selain Ajax ia juga pernah menimba ilmu di Utrecht pada tahun 2010-2017.

 

 

 

 

Pewarta: Ali Bisyri 

Editor: Ubaidhillah