Profil Lily Wahid, Adik Kandung Gus Dur Yang Baru Saja Tutup Usia
May 27, 2022
Lily Wahid

Caption: Nyai Hj Lily Khodijah Wahid Hasyim atau Lily Wahid, adik kandung Gus Dur yang baru saja tutup usia. (IG Tebuireng.co)

Satukanal.com, Figur – Lily Chodidjah Wahid atau Lily Wahid wafat pada Senin (9/5/2022) pukul 16.28 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Lily Wahid sendiri merupakan adik kandung dari Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur.

“Insyaallah jenazah akan dimakamkan di Pesantren Tebuireng Jombang besok (hari ini, red.). Berangkat dari rumah duka besok selasa 10 Mei 2022 pukul 05.00 WIB. Mohon dimaafkan kesalahan beliau semasa hidupnya,” begitu bunyi pesan yang beredar di grup WhatsApp dilansir dari Suara.com.

Lily Wahid lahir di Jombang pada 4 Maret 1948.

Namanya mulai dikenai publik ketika mendukung kepengurusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hasil Muktamar Ancol, yang melahirkan Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jendral hasil MLB PKB pada 2008.

Karier Lily Wahid sendiri berseberangan dengan kakaknya, Gus Dur.

Setelah Muhaimin menang, Lily Wahid menempati posisi sebagai Wakil Ketua Dewan Syuro Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, Lily Wahid terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur II.

Lily begitu kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap bisa merugikan masyarakat.

Saat skandal Bank Century, Lily Wahid bersama delapan anggota DPR dari lintas fraksi berinisiatif untuk membentuk Tim Sembilan.

Baca Juga :  Kompleks Makam Gus Dur Ditutup Sementara saat Pemakaman Lily Wahid

Tim inilah yang menggagas usulan penggunaan hak angket tentang perpajakan yang dinilai mengandung banyak polemik.

Akan tetapi, usulan penggunaan hak angket tersebut tidak disetujui secara aklamasi. Maka usulan tersebut ditindak lanjuti secara voting di rapat paripurna DPR pada 22 Februari 2022.

Saat itu, PKB telah memenangkan voting, namun pimpinan PKB tidak menyukai sikap Lily Wahid yang mendukung dilakukannya hak angket pajak.

Lily Wahid pun dinilai tidak mau tunduk pada kebijakan partai. Pada akhirnya dijatuhi hukuman oleh partainya sendiri berupa pemecatan dari PKB, dan meminta agar direcall dari DPR.

Merasa pemberhentian dirinya dari PKB dan recall dari DPR tersebut bertentangan dengan aturan AD/ART PKB dan juga UU No 2/2011 tentang Partai Politik, Lily Wahid membuat perlawanan melalui jalur hukum.

Ia berprinsip, tak akan mundur hingga keputusan final dijatuhkan hakim.

Lily Wahid menduga sejumlah orang di PKB melakukan persekongkolan terhadap dirinya.

Effendi Choirie yang saat itu juga diberhentikan, menggugat Ketua Umum PKB yang saat itu menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Ketua DPR Marzuki Alie ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Selain itu, ia juga mengajukan uji materi pasal recall dalam Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga :  Jenazah Adik Gus Dur Diperkirakan Tiba di Tebuireng Siang ini

Menanggapi gugatan tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan gugatan mereka dikembalikan ke partai.

Sementara MK memutuskan menolak permohonan Lily Wahid.

Merespons putusan tersebut, Lily Wahid berencana mengeksaminasi putusan tersebut ke beberapa kampus. Dengan harapan, terdapat pihak lain yang menguji ulang pasal tersebut.

Lily Wahid mendukung hak angket demi memperjuangkan rakyat dan mengungkap mafia pajak. Ia juga mengatakan bahwa dirinya berusaha tetap bertahan di PKB untuk rakyat.

Lily Wahid juga menjadi satu-satunya politikus PKB yang mendukung Opsi C yang diusulkan Panitia Khusus Kasus Bank Century.

Opsi C yang dimaksud ialah opsi yang menyatakan terdapat dugaan penyimpangan hukum dalam penalangan Bank Century pada 2008, sehingga harus diusut tuntas oleh penegak hukum.

Tak hanya itu, Lily Wahid dianugerahi penghargaan sebagai Politisi Wanita Terpopuler 2010 versi Uvolution Indonesia.

Dibesarkan di tengah keluarga yang dekat dengan dunia politik dan diiringi oleh dukungan keluarga, Lily Wahid berani tampil sebagai perempuan yang berpendirian teguh.

Saat remaja, dia sudah mengenal politik.

Ketika usianya sekitar 19 tahun, Lily Wahid sempat dicalonkan menjadi anggota DPR.

Namun, dia memutuskan membatalkan pencalonan karena sudah banyak anggota keluarga yang menjadi Calon Legislatif (Caleg) kala itu.

CC: Qurrotul Aini
Editor: U Hadi