Produk Batik Ecoprint Asli Kota Kediri Sudah Dijajakan Hingga Ke Luar Negeri | SATUKANAL.COM
Belajar dari Youtube, Produk Ecoprint Kediri ini dijajakan ke luar negeri (Anis/Satukanal)

Belajar dari Youtube, Produk Ecoprint Kediri ini dijajakan ke luar negeri (Anis/Satukanal)

Satukanal.com, Kediri – Gaya hidup ramah lingkungan akhir-akhir ini banyak digandrungi masyarakat di Indonesia, dan sudah merembet ke berbagai sektor usaha dari mulai perabot, hingga pakaian. Khusus dunia busana di Kota Kediri telah ada sentra produksi batik ecoprint.

Sesuai dengan namanya, ecoprint berasal dari kata eco atau ekosistem yang berarti lingkungan hayati atau alam dan print berarti cetak. Sistem dengan cara menjiplak daun kemudian direbus, mirip dengan proses membatik, sering juga disebut batik ecoprint. Namun, motif yang dihasilkan sistem ecoprint ini lebih kontemporer dibandingkan motif yang digambar atau dicetak dengan motif batik klasik.

Di Kota Kediri produksi batik bermotif dedaunan ini di produksi di Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren, pemiliknya adalah Ninik Setyowati.

Perempuan yang kerap disapa Ninik itu menggeluti dunia ecoprint sejak tahun 2021. Bermula Hobi, produk dengan pewarnaan alami itu saat ini sudah berkompetisi dijajaran produk Internasional. Beberapa diantaranya sudah dikirimkan ke Australia dan Belanda.

Baca Juga :  Pembenahan Stadion Brawijaya, Panpel Pasang Tempat Broadcast Setinggi 12 Meter

Diceritakan NInik, dirinya yang juga seorang desainer, fokus pembuatan produk kain warna alami sejak tahun 2017. Kemudian ketemu inspirasi pembuatan ecoprint, saat itu pada konten youtub pertengahan bulan Maret 2021, lalu.

“Mulailah saya disitu, belajar pewarnaan alam ecoprint otodidak dari situ (YouTube). Kemudian mulai membuat karya-karya bentuk ecoprint dan ikut workshop online,” kata Nanik, ke satukanal.com, Jumat (25/2/2022).

Dia mengatakan pembuatan produk ecoprint ini memerlukan proses pengolahan manual selama 7 – 10 hari. Mulai dari pemilihan bahan, penempelan daun dan bunga, perebusan, pengeringan, hingga proses pencucian warna produk ecoprint.

Ninik saat mengelupas daun (Anis/satukanal)

Disebutkan Nanik, sejumlah produk ecoprint yang dihasilkan diantaranya masker, kaos, kain lembaran, sepatu dan tas. Selain ecoprint pada bahan dasar kain, ia juga membuat dari jenis lain seperti kulit domba.

“Yang produk utama itu adalah kaos dan kain, kalau produk inovasi, kita ecoprint pada kulit domba membuat sepatu dan tas yang terbuat dari kain maupun kulit,” ujarnya.

Baca Juga :  Breaking News, Persik Kediri Akhiri Kerja Sama dengan Javier Roca

Untuk bandrol harga produk ecoprint, Nanik mengungkapkan semua tergantung corak dan ukuran masing-masing. Untuk produk jenis kain dibandrol mulai 250 – 1 jutaan, kaos mulai 150 ribu, sepatu dan tas dibandrol mulai 500 ribuan.

“Paling diunggulkan kain siap pakai, putih tanpa pewarnaan alam mulai 150, dan ada warna alam mulai 200. Semuanya tergantung corak ukuran kaos,” ujarnya.

Disebutkan Nanik, pemasaran produk miliknya ini dilakukan secara offline dan online. Sejumlah pasa nasional dijajakinya mulai Surabaya, Jakarta, Pangandaran, Hingga Jawa Barat. Serta kini juga didorong Pemkot pemasaran selaku UMKM, melakukan penjajakan disejumlah negara.

Dia berharap dari sejumlah penjajakan produk tersebut mendapatkan respon yang bagus. “Kemarin itu produk kita dikirim ke Australia dan Belanda, untuk penjajakan pasar disana,” pungkasnya.

Pewarta: Anis Firmansyah 
Editor: Ubaidhillah