Pria Mojokerto Ini Tewas Akibat Insiden Tabrak Lari, Keluarga Korban Hanya Minta Santunan, Tapi…
Mojokerto

Caption: Penasihat hukum keluarga korban tabrak lari di Mojokerto, Lambang Siswandi

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Yudha Murdiman (48), warga Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi korban tabrak lari pada tanggal 15 Maret 2022 lalu.

Yudha tewas usai sepeda motor yang dikendarainya ditabrak truk, Adapun truk tersebut dikemudikan pria berisinial W. Kecelakaan maut ini terjadi di Jalan Raya Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Kanit Laka Polres Mojokerto, Joedjono Wihandoko, membenarkan insiden ini.

“Ya, memang benar telah terjadi kecelakaan pada 15 maret 2022 antara truk… bernomor plat dinas 8083-06 dengan pemotor dengan nopol S 2881 QE, dan korban meninggal dunia,” jelas Joedjono.

Baca Juga :  Sejumlah Tokoh Nasional Bakal Hadiri Rakernas Petanesia 2 di Mojokerto

Penasihat hukum keluarga korban, Lambang Siswandi, sempat mengajukan keberatan kepada Oditurat Militer Tinggi III Surabaya karena pengemudi truk tidak dilakukan penahanan.

Selain itu, kata Lambang, saat kejadian pelaku sempat melarikan diri sebelum menyerahkan diri di Pos Polisi Jampirogo Sooko. Menurut Lambang, seandainya pelaku langsung memberikan pertolongan mungkin korban masih tertolong.

“Kecelakaannya terjadi di Jabon Mojokerto. Pelaku melarikan diri dan tidak menolong, sehingga korban meninggal di RS Sakit. Kemudian pelaku menyerahkan diri di Pos Polisi Jampirogo yang jaraknya sekitar 10 KM” beber Lambang.

Baca Juga :  Miris! Paman di Mojokerto Diduga Gagahi Keponakan hingga Hamil dan Melahirkan

Saat ini, tim penasihat hukum keluarga korban meminta adanya kompensasi santunan. Mengingat korban meninggalkan dua anak yang sedang menempuh pendidikan.

“Kami mengajukan kompensasi santunan kepada istri korban untuk dibuatkan usaha, dan pendidikan anaknya. Namun belum ada iktikad kepedulian dari pelaku,” klaim Lambang.

Usai kejadian, kesatuan tempat pelaku bekerja sudah mengunjungi keluarga korban dan meminta maaf. Selain itu, sudah memberikan santunan sebesar Rp10 juta.

“Sudah ada dari kesatuannya, namun dari pelaku belum ada,” tandasnya.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi