Jokowi Prediksi Puncak Kasus Covid-19 Terjadi Lagi Pekan Depan | SATUKANAL.COM
Puncak Kasus Covid-19

ilustrasi Covid-19 (foto: Pixabay.com)

Satukanal.com, Nasional– Jokowi prediksi puncak kasus Covid-19 terjadi lagi pekan depan atau  minggu kedua dan ketiga Juli ini.

Hal ini disampaikannya saat memberikan pengarahan dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri dengan topik pembahasan evaluasi kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/7/2022).

Adapun, evaluasi dilakukan karena angka kasus baru Covid-19 per 3 Juli sudah mencapai 1.614. Di sisi lain, angka vaksinasi booster atau dosis ketiga baru mencapai 24,5 persen

“Kita tahu kasus per 3 Juli kemarin ada sebanyak 1.614 kasus dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ni, di minggu kedua atau minggu ketiga,” kata Jokowi dikutip dari suara.com.

Jokowi lantas meminta jajarannya untuk menggaungkan kembali pentingnya protokol kesehatan. Dirinya tidak ingin lagi kasus Covid-19 menjadi penganggu bagi laju perekonomian yang kini berangsur pulih.

“Ini penting karena kita tidak mau pengendalian Covid-19 bisa mengganggu ekonomi,” katanya.

Ia juga meminta jajarannya untuk mempercepat vaksinasi, terutama vaksinasi penguat. Apalagi, Jokowi mengakui bahwa saat ini suntikan vaksinasi booster baru mencapai 24,5% menyusul adanya prediksi puncak kasus Covid-19.

Baca Juga :  Daftar 50 Kota yang Wajib Pakai MyPertamina untuk Beli Pertalite dan Solar

“Saya kira ini terus kita dorong, saya minta Kapolri, Panglima TNI dan Kementerian Kesehatan, BNPB mendorong agar terus vaksinasi booster dilakukan terutama di kota yang memiliki interaksi antar masyarakatnya tinggi,” ujarnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah meneliti kenaikan kasus di seluruh dunia bersama Epidemiolog. Kesimpulan mereka, kenaikan kasus di negara-negara lain terjadi akibat kurangnya kewaspadaan dan terlalu buru-buru melonggarkan protokol kesehatan hingga vaksinasi.

Eks Direktur Utama Bank Mandiri ini juga menyebut di luar negeri, puncak kasus Covid-19 terjadi 30 sampai 40 hari sejak kasus ditemukan. Indonesia sejauh ini sudah melewatinya sekitar 30 hari.

Pemerintah Memperpanjang PPKM Luar Jawa Bali setelah Adanya Prediksi Puncak Kasus Covid-19

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pun mengumumkan pemerintah sepakat memperpanjang PPKM luar Jawa Bali dari 5 Juli sampai 1 Agustus.

Baca Juga :  Link Download Lagu Kemerdekaan HUT RI ke-77, Lengkap dengan Caranya!

Di dalamnya, ada 385 kabupaten kota dengan level 1 dan anya satu daerah di level 2 yaitu Sorong di Papua Barat. Kebijakan perpanjangan PPKM di periode yang sama juga berlaku untuk daerah Jawa Bali.

Di saat yang bersamaan,  Jokowi resmi menetapkan vaksin booster jadi syarat untuk kegiatan masyarakat yang melibatkan masyarakat banyak dan syarat berbagai perjalanan.

Lebih lanjut, Airlangga menyebut Satgas Covid-19 pun sudah mengeluarkan surat edaran untuk kegiatan keramaian wajib menyertakan buksi vaksin dosis ketiga. Terkait izin keramaian, kata Airlangga, Jokowi juga mengingatkan aplikasi PeduliLindungi di berbagai tempat untuk terus diperketat.

Sebagai informasi, sejak kasus Covid-19 pertama kali ditemukan pada Maret 2020, Indonesia tercatat pernah mengalami dua kali puncak kasus Covid-19 dan penularan Covid-19 dalam taraf yang sangat tinggi, yaitu pada Juli 2021 dimana angka penularan perharinya mencapai lebih dari 50 ribu kasus dan pada Februari 2022 dimana angka penularan perharinya mencapai lebih dari 60 ribu kasus.

 

(Adinda)