PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 18 April 2022, Ada 9 Daerah Berstatus Level 3 | SATUKANAL.COM
PPKM

Ilustrasi PPKM (Foto: Pixabay.com)

Satukanal.com, Nasional– Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali resmi diperpanjang pemerintah selama dua pekan ke depan berlaku dari 5 April hingga 18 April 2022.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2022 tentang PPKM Level 3,2, dan 1 Covid-19 di Jawa dan Bali yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian.

“Perpanjangan PPKM di awal Ramadhan ini kita harapkan menjadi pertanda baik, dimana sudah semakin banyak daerah yang berada di Level 1,” kata Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal, Selasa (5/4/2022) dikutip dari suara.com.

Disebutkan bahwa jumlah daerah PPKM Level 1 naik dari sebelumnya 6 daerah menjadi 20 daerah. Daerah PPKM Level 2 juga naik dari 83 menjadi 99 daerah.

Kenaikan pada Level 1 dan Level 2 secara otomatis menurunkan jumlah daerah di Level 3, dari yang sebelumnya 39 daerah menjadi hanya 9 daerah, dan tidak ada daerah yang berada di Level 4.

Sementara itu, daerah yang masih berada pada level 3 antara lain Kota Serang, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Bangkalan.

Lebih lanjut dijelaskan jika selama dua pekan ke depan, pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, hingga warung makan dan restoran/cafe di daerah dengan status PPKM Level 2 bisa buka hingga pukul 22.00 waktu setempat.

Diketahui sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut Binsar Panjaitan membeberkan jumlah penambahan kasus harian sudah turun hingga 97 persen dari puncak lonjakan akibat varian Omicron.

Jumlah kasus aktif secara nasional juga turun hingga 83 persen dari puncak Omicron, sehingga saat ini jumlah kasus aktif sudah berada di bawah 100 ribu atau tepatnya 95.990 orang yang masih dirawat.

Melihat hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi Covid-19 varian omicron cukup baik terlihat dari turunnya rawat inap rumah sakit hingga 85 persen dan BOR rumah sakit saat ini hanya 6 persen.

Tak hanya itu, angka positivity rate di bawah standar WHO yaitu 4 persen dan angka kematian pasien Covid-19 juga menurun hingga 88 persen dibandingkan puncak Omicron. (adinda)

 

Advertisements