Polresta Banyuwangi Ringkus Bekas Anggota DPRD Sekaligus Oknum Pengasuh Ponpes Yang Perkosa-Cabuli 6 Santri | SATUKANAL.COM
Banyuwangi

Caption: Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa dan jajaran menunjukkan barang bukti kasus pencabulan dan perkosaan yang dilakukan tersangka FZ. Doc: Abdul Konik/Satukanal.com

Satukanal.com, Kabupaten Banyuwangi – Seorang oknum pengasuh pondok pesantren (Ponpes) berinisial FZ yang melakukan pencabulan dan perkosaan terhadap enam santrinya berhasil diringkus Polresta Banyuwangi.

Kasus pencabulan dan perkosaan tersebut dilaporkan pada 17 Juni 2022. Selanjutnya Polresta Banyuwangi melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga tanggal 28 Juni 2022, hingga tersangka FZ ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka si FZ mangkir dalam panggilan polisi hingga dua kali.

“Proses penyidikan ini ketika tidak dipenuhi oleh tersangka, maka langkah terakhirnya dilakukan penjemputan paksa,” jelas Deddy, Kamis (7/7/2022).

Tersangka FZ (57) merupakan warga Kecamatan Singojuruh. Ia sempat melarikan diri ke Lampung Utara untuk bersembunyi di rumah temannya yang merupakan alumni Ponpes.

Adapun tersangka FZ tertangkap pada hari Selasa (5/7/2022).

“Korban ada enam, satu cowok dan lima cewek. Dari korban tersebut terjadi kasus lima pencabulan dan satu persetubuhan, yang rata-rata usia korban di bawah umur,” beber Deddy.

Adapun modus yang dilakukan tersangka yang tercatat sebagai bekas anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi tersebut dengan cara iming-iming dan diberikan uang sebagai mahar, namun korban tidak setuju.

“Selain itu, FZ juga melakukan modus interview dengan dalih tes keperawanan, serta melihat normal atau tidaknya, dengan tempat kejadian di rumah FZ yang kebetulan di lingkup pondok pesantren,” tutur Deddy.

Dari kejadian tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa lima pakaian korban, dan uang sebesar Rp500 ribu yang digunakan sebagai mahar.

Akibat dari kejadian tersebut, tersangka FZ disangkakan perkara persetubuhan atau pencabulan anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (1) jo pasal 76d dan pasal 81 ayat (3) sub pasal 81 ayat (2) dan pasal 82 ayat (1) jo pasal 76e dan pasal 82 ayat (4) subsider pasal 82 ayat (2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perppu No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang jo pasal 71d ayat (1) sub pasal 59 ayat(2) UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

Pewarta: Abdul Konik
Editor: U Hadi