SATUKANAL.COM
Cabul
Caption: Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Gondam Pringgandoni
BERITA Kanal Highlight Mojokerto Raya

Polisi Mempersilakan Warga yang Jadi Korban Guru Agama Cabul di Sooko Mojokerto Melapor

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Kendati perkara pencabulan merupakan delik biasa atau bukan delik aduan, polisi tetap mempersilahkan warga yang merasa menjadi korban tindak asusila guru agama di Kecamatan Sooko untuk melapor ke Polres Mojokerto.

Seruan ini merupakan tindak lanjut atas laporan terhadap ustaz berinisial D asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Si ustaz ini dilaporkan ke polisi lantaran diduga melakukan tindakan cabul kepada muridnya. Pelaporan dilakukan oleh orang tua korban.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Gondam Pringgandoni mengatakan, kini pihaknya sedang melakukan proses penyidikan. Teranyar, kata Gondam, penyidik Polres Mojokerto telah memeriksa kurang lebih sebelas orang.

Agar kasus ini lekas terkuak, Gondam mempersilakan warga yang juga menjadi korban ustaz D untuk membuat laporan polisi.

Menurut Gondam, Polres Mojokerto selalu terbuka bagi masyarakat. Ia juga menegaskan polisi akan selalu menjamin keamanan korban dan saksi.

“Kalau misal ada korban lain yang merasa dilecehkan oleh yang terduga pelaku, dan mau mau melapor, kami persilahkan,” kata Gondam pada wartawan di Mapolres Mojokerto, Rabu (29/6/2022).

Sampai saat ini polisi terus mengusut kasus dugaan pencabulan tersebut. Adapun hingga kini diketahui total korban berjumlah tiga anak di bawah umur.

“Kami sudah melakukan proses penyidikan. Sudah sebelas orang lebih kita lakukan pemeriksaan. Untuk proses penyidikan kita akan gelarkan proses selanjutnya,” ujar Gondam.

Menurut dia, orangtua korban dan korban sendiri sudah dilakukan pemeriksaan. Tidak hanya itu, Gondam juga mendalami keterangan staf dan pengajar di TPQ tempat ustaz D mengajar. Tidak berhenti disitu, polisi juga memanggil terduga pelaku.

“Para korban dan orangtuanya, guru ngaji di TPQ (staf pengajar), yang terduga juga sudah kita periksa sebagai saksi. Belum ada tersangka,” kata dia.

Hari ini Rabu (29/6/2022), sejak pukul 08.00 WIB penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi.

Tampak tiga korban didampingi orang tuanya datang untuk memenuhi panggilan.

Para korban ini didampingi kuasa hukum dari Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) NU Kabupaten Mojokerto.

Gondam menjelaskan, pemanggilan ini merupakan pemeriksaan tambahan setelah sebelumnya saksi-saksi juga sempat menjalani pemeriksaan.

Sementara untuk menetapankan status tersangka, tutur Gondam, pihaknya masih akan menunggu hasil penyidikan guna melengkapi alat bukti.

“Hari ini juga ada pemeriksaan tambahan, nanti kita akan gelarkan lagi. Visum sudah kami terima,” bebernya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto untuk memulihkan kondisi psikis para korban.

“Setalah mendapat laporan kita berupaya dan berkoordinasi dengan P2TP2A,” pungkas Gondam.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi

Kanal Terkait

Satukanal.com