Polisi Kantongi Identitas Korban Bunuh Diri Di Jembatan Kahuripan Malang, Motif Karena Masalah Rumah Tangga | SATUKANAL.COM
Jembatan Kahuripan

Caption: Suasana Jembatan Kahuripan Kota Malang pada siang hari (Foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas pria yang diduga bunuh diri dengan cara terjun dari Jembatan Kahuripan, Kota Malang, Selasa (28/6/2022).

Pria tua tersebut adalah Hari Alamsyah (60), warga Kelurahan Pasar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.

Kapolsek Klojen, Kompol Domingos De F Ximenes menuturkan, kemungkinan motif dari bunuh diri tersebut karena permasalahan rumah tangga.

“Beliau keluar rumah hari Minggu (26/6/2022), sebelumnya beliau ada perselisihan dengan istrinya. Setelah itu pamit sama keponakannya saudari Sri, katanya ke rumah teman di Malang dan tidak akan balik lagi,” jelas Domingos, Rabu (29/6/2022).

Setelah mendapat informasi terkait identitas korban, polisi pun langsung mendatangi alamat korban yang berada di Surabaya untuk memastikan kebenaran dari data tersebut.

Baca Juga :  Jalan Basuki Rahmat Kota Malang Akan Jadi Searah pada Awal Tahun 2023

Usai dipastikan kebenarannya, pihak keluarga langsung mendatangi korban untuk dibawa ke tempat asal.

“Akhirnya ditelusuri ke sana (Pasar Kembang), mendatangi alamat tersebut dan diakui memang itu keluarga dari mereka. Akhirnya malam itu dijemput sama-sama ke Malang, dan jenazah dibawa ke Surabaya,” tutur Domingos.

Berdasarkan hasil visum, lanjut Domingos, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan hanya ditemukan luka lecet akibat tenggelam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh aparat, upaya bunuh diri yang berujung maut tersebut bukanlah kali pertama yang dilakukan oleh korban.

Baca Juga :  Klinik Polresta Malang Tetap Buka Layanan Vaksinasi Booster meski Antusias Warga Mulai Berkurang

Sebelumnya, pada tahun 2016 korban juga pernah melakukan percobaan bunuh diri namun tidak berhasil.

“Jenazah sudah kita serahkan ke keluarga, pernah melakukan percobaan bunuh diri dan terkait dengan masalah keluarga,” beber Domingos.

Adapun sebelumnya sempat beredar kabar yang menyebutkan ada dua orang yang melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Kahuripan. Namun kabar tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

“Dari keterangan saksi itu ada satu orang (korban) sampai saat ini. Secara logika kan sudah ketemu kalau benar ada dua orang. Walaupun air sungainya dalam namun bersih,” ujar Domingos.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi