4 Pesantren Tertua Di Indonesia Yang Usianya Hampir 3 Abad | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
Pesantren Tertua di Indonesia

Pondok Pesantren Banyuanyar (Foto: instagram @ponpesbanyuanyar)

Satukanal.com, Nasional– Pesantren tertua di Indonesia terbilang cukup banyak. Bahkan, diantaranya ada yang berusia hampir 3 abad.

Setidaknya saat ini ada sebanyak 27.722 pesantren yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, bahkan sampai ke wilayah Pulau Papua sekalipun. Hal ini menurut catatan Kementerian Agama.

Adapun jumlah pesantren yang ada di setiap provinsi tak lebih dari 1.000 lembaga. Hanya Provinsi Aceh yang tercatat memiliki sebanyak 1.186 pesantren.

Kemudian di Provinsi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur masing-masing tercatat memiliki sebanyak lebih dari 3.000 pesantren. Sementara itu, terctar ada sebanyak 4.174.531 santri/santriwati di Indonesia.

Menariknya dari sekian banyaknya pesantren di Indonesia, ada pesantren tertua di Indonesia yang usianya bukan lagi belasan tahun melainkan hampir mencapai 3 abad. Lantas, pesantren apa saja itu? Simak ulasannya di bawah ini.

Pesantren Tertua di Indonesia

Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam tradisional yang mana para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang dikenal dengan sebutan kiai.

Rata-rata pesantren emmiliki prinsip pendidikan yang berbeda dengan sekolah biasa. Keberadaannya pun terbilang lama di Indonesia. Berikut daftar pesantren tertua di Indonesia:

1. Ponpes Miftahul Huda (Gading Malang)

Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) atau dikenal juga dengan sebutan Ponpes Gading Malang berdisi sejaktahun 1786. Sosok yang ada di belakang pesantren ini  adalah KH Hasan Munadi.

Saat ini, tonggak kepemimpinannya dipegang oleh penerus generasi ke-4 yakni putra-putri dari KH. Muhammad Yahya. Setelah wafatnya KH. Hasan Munadi, kepemimpinan diteruskan oleh KH Ismail pada tahun 1858.

Baca Juga :  BSU Bantuan Subsidi Upah Belum Cair, Begini Ceknya

Kemudian diasuh oleh Muhammad Yahya pada tahun 1971, yang sekarang diteruskan oleh keturunannya.

Peesantren ini dikenal dengan ilmu hisabnya, yang biasa dijadikan rujukan untuk menentukan hari raya Idulfitri dan Iduladha. Terkait ajarannya, pondok pesantren ini menekankan pada ajaran tasawuf.

2. Ponpes Darul Ulum Banyuanyar

Pesantren ini berlokasi di wilayah Potoan Dajah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Didirikan oleh Kiai Itsbat bin Ishaq pada tahun 1787, atau 1204 Hijria, pesantren ini banyak melahirkan tokoh-tokoh masyarakat dan pengasuh di sejumlah ponpes yang tersebar di Pulau Madura dan Jawa.

Berbicara menegnai nama Banyuanyar sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti air baru. Hal itu didasari penemuan sumber mata air atau sumur yang cukup besar oleh Kiai Itsbat.

Sumber mata air itu tidak pernah surut sedikitpun, bahkan sampai sekarang masih dapat difungsikan sebagai air minum santri dan keluarga besar ponpes Banyuanyar.

Sementara itu, nama “Darul Ulum” sendiri mulai digunakan secara formal sejak tahun 1980-an sebagai nama lembaga, baik pendidikan formal maupun non-formal.

3. Pondok Pesantren Buntet

Ponpres Buntet didirikan pada tahun 1750 oleh seorang mufti Keraton Cirebon bernama Kiai Haji Muqoyyim bin Abdul Hadi yang berlokasi di Cirebon.

Awal mula pendirian pesantren ini disebut lantaran adanya kekecewaan sosok KH. Muqoyyim yang dikenal tidak pernah mau kooperatif dengan pihak Belanda yang kala itu masih menguasai tanah air.

Baca Juga :  Eks Dirjen Holtikultura Kementan Ditahan KPK Terkait Kasus Korupsi Pupuk

Menungkil dari laman NU Cirebon, karena ada satu peristiwa yang dianggap sebagai politik memecah belah, dan bangsawan keraton menurutnya terjebak dalam aturan Belanda, Muqoyyim kemudian memutuskan untuk keluar dari keraton dan mendirikan pesantren Buntet.

Pesantren ini awalnya juga disebut hanya berupa rumah sederhana yang terdiri dari langgar dan beberapa kamar santri. Saat dirinya memberikan pengajian, ternyata banyak masyarakat yang tertarik dan akhirnya bergabung untuk belajar mengaji.

Kini, pesantren ini pun mulai berkembang. Sistem pendidikannya pun mengikuti perkembangan zaman dengan adanya Taman Kanak-Kanak, MI, MTS, MAN, SMK, hingga Akademi Perawat.

4. Pondok Pesantren Sidogiri

Tokoh yang mendirikan Ponpes Sidogiri pada tahun 1745 adalah Sayyid Sulaiman. Disebutkan bahwa ayahnya, Sayyid Abdurrahman, adalah seorang perantau dari negeri wali, Tarim Hadramaut di negara Yaman. Sedangkan ibunya, adalah putri Sultan Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati.

Kala itu Sidogiri masih berupa hutan belantara yang tak terjamah manusia, Sayyid lalu membabat lahan hutan tersebut selama 40 hari lamanya untuk mendirikan sebuah pesantren, yang kini dikenal sebagai pesantren Sidogiri.

Kini, posantren ini telah menjadi pesantren tertua yang tetap ada dan berhasil mempertahankan ajaran Islam, namun tetap mampu mengikuti perkembangan serta tuntutan zaman.

Nah, itulah beberapa pondok pesantren tertua di Indonesia. Sebenarnya masih banyak lagi, ponpes-ponpes lainnya yang juga menarik untuk diulas. Namun, keempat ponpes di atas termasuk pesantren yang telah lama berdiri di Indonesia. (Adinda)