Pernah Viral Usai Kompak Beli Mobil, Kini Warga Kampung Miliarder Tuban Bernasib Pilu | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
Kampung Miliarder Tuban

Kampung miliarder Tuban ketika kompak membeli mobil

Satukanal.comNasional – Kisah bahagia warga kampung miliarder di Tuban kini berubah menjadi pilu. Usai menjual tanahnya ke PT Pertamina (Persero), kini uang yang mereka dapatkan habis. Mereka pun lantas merasa dibohongi oleh Pertamina.

Kisah itu terungkap dari warga yang turut unjuk rasa di ring perusahaan Pertamina dan Rosneft asal Rusia pada Senin (24/01/2022).  Musanam, warga kampung miliarder, mengaku menyesal setelah menjual lahannya kepada Pertamina.

Ia menceritakan, awalnya menjual lahan karena dibujuk rayu oleh petugas pembebasan lahan kilang berkali-kali. Lalu dirinya mau melepas tanah dan rumahnya dengan ganti sebesar Rp 500 juta.

“Saya mau melepas tanah dan rumah untuk kilang karena dijanjikan dipekerjakan sebagai pembersih rumput di area kilang minyak. Pekerjaan itu masih mampu saya kerjakan meskipun sekarang usia sudah 60 tahun,” ungkap Musanam.

Baca Juga :  Sejarah Friday The 13th yang Dianggap Sebagai Hari Penyebab Kesialan

Kini kakek berusia 60 tahun itu sudah tidak lagi memiliki penghasilan tetap dari hasil kebun seperti dulu lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Musanam terpaksa menjual sapi ternaknya.

Sebagian besar warga, terutama petani kini menganggur. Sebab, tidak ada lagi lahan sawah yang bisa dikerjakan. Warga desa di ring satu pembangunan kilang minyak pertamina grass root refinery (GRR) kesal. Mereka berunjuk rasa, menuntut dipekerjakan sebagaimana janji Pertamina saat pembebasahan lahan.

Mereka pun berjalan kaki mendatangi kilang minyak dan membentangkan poster bernada protes. Mereka menagih janji, dipekerjakan di kilang minyak, sekalipun hanya menjadi pekerja kasar.

Baca Juga :  Tim Putri Bulu Tangkis Indonesia Bawa Pulang Medali Perak Beregu SEA Games 2021

Massa pun membawa 5 tuntutan yang ditujukan ke perusahaan patungan Pertamina dan Rosneft asal Rusia, diantaranya:

  1. Memprioritaskan warga terdampak terkait rekrutmen security (keamanan),
  2. Semua vendor yang ada di Pertamina di dalam rekruitmen tenaga kerja harus berkoordinasi dengan desa,
  3. Sesuai dengan janji dan tujuan pembangunan, pertamina harus memberi kesempatan dan edukasi terhadap warga terdampak,
  4. Jika Pertamina bisa mempekerjakan pensiunan yang notabennya usia lanjut, mengapa warga terdampak yang harusnya diberdayakan malah dipersulit untuk bekerja dengan dalih pembatasan usia.
  5. Keluarkan vendor maupun oknum di lingkup project pertamina yang tidak pro terhadap warga terdampak. (viska)