Situs NDalem Pojok Kediri Peringati Hari Pendidikan Nasional Di Tengah Suasana Idulfitri
May 22, 2022
hari pendidikan nasional

Aktivitas siswa belajar di Situs nDalem Pojok beberapa waktu lalu. Selain sebagai cagar budaya, Situs nDalem Pojok memiliki perhatian pada pendidikan. Karena itu, tiap tahun Situs nDalem Pojok berupaya menggelar peringatan Hari Pendidikan Nasional. (dokumentasi Situs nDalem Pojok)

satukanal.com, KediriHari Pendidikan Nasional tahun ini bersamaan dengan semarak Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada Senin, 2 Mei 2022. Perayaan yang kerap digelar tiap tahun terkendala oleh hari libur nasional. Kendati demikian, sekelompok komunitas di Kabupaten Kediri tetap menggelar tasyakuran dalam rangka Hari Pendidikan Nasional.

Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri bersama Organisasi kebangsaan lintas agama Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan serta beberapa komunitas akan menggelar santunan dan doa bersama Hari Pendidikan Nasional pada, Senin 02 Mei 2022. Tema acara: “Santunan dan Doa Bersama Hardiknas – Semoga G-20 di Bali Mencapai Keputusan Terbaik Bagi Bangsa dan NKRI.

“Insya Alloh bersama elemen organisasi akan tetap melaksanakan tasyakkuran Hari Pendidikan Nasional nanti pada tanggal, 02 Mei 2022. Meski pertepatan dengan Idulfitri. Kan lebih baik kalau kita tetap melaksanakan,” kata Drs. Ismu Syamsuddin, Sekjen DPP PCTA Indonesia, Minggu, 01 Mei 2022.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Situs nDalem Pojok berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu dilakukan dengan upacara. Karena berbarengan dengan Idulfitri, panitia mengadakan tak menggelar upacara. Panitia menggelar selamatan, santunan anak yatim serta doa bersama.

Momentum Hardiknas, menurut Lukito Sudiarto, sekretaris Panitia Hardiknas, harus disyukuri serta diperingati, untuk menunjukkan bahwa pendidikan itu tak hanya penting, namun maha penting. Karena itu, lanjut Lukito, dengan momentum yang bersamaan Idulfitri, bukan berarti Hardiknas lantas diabaikan, justru Hardiknas diperkuat dengan hari raya Idul Fitri.

Baca Juga :  Mudik 2022, Polres Kediri Larang Truk Bermuatan Melintas Kecuali Sembako dan BBM

Singgung G-20 di Bali dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Sementara itu, Ketua Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kushartono menyampaikan tentang tema yang diusung oleh panitia berkaitan dengan momentum terdekat G-20 di Bali. Berbagai komunitas akan berdoa agar pelaksanaan G-20 belansung lancar, selamat dan sukses.

Perhelatan G-20 di Bali merupakan momentum istimewa karena Indonesia mendapat giliran menjadi tuan rumah, saat terjadi perang Rusia dan Ukraina. Karena situasi itu,  Amerika menyampaikan tidak akan hadir  jika Rusia diundang. “Ini kan repot, menurut kami apa yang disampaikan Amerika Serikat tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujar

Sebab, menurut Kus, sejak jaman Presiden Soekarno Indonesia itu non blok, dengan politik bebas aktif. Tidak memihak ke kanan atau ke kiri. “Jadi, sebenarnya Indonesia dalam keadaan sulit, situasi yang tidak mengenakkan. Ada tekanan kanan kiri. Disinilah kita perlu berdoa,” papar Kushartono.

Persoalan berikutnya akankah Indonesia mampu ‘mendamaikan’ dua raksasa yang sedang bersitegang itu, dan jangan sampai sebaliknya.“Jika Indonesia ingin menjadi juru damai maka Indonesia harus mempunyai power yang lebih besar daripada dua raksana itu, “ tutur pria yang juga Ketua DPC PCTA Indonesia Kediri ini.

Baca Juga :  Luar Biasa! Batik Motif Panji dari Pelosok Desa di Kabupaten Kediri Tembus Mancanegara

“Apa power terbesar kita?,” katanya. Apa kekayaan sumber daya alam diperebutkan dunia? Apa negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia? Letak geografi yang setrategis? Posisi astronomis yang ideal? Bonus demografi dunia  2024?

“Semua tentu bisa menjadi tambahan sumber kekuatan, tapi kalau menurut para pendahulu sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 bahwa kekuatan terbesar bagi bangsa yang berjiwa Pancasila adalah “Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Tidak ada yang melebihi,” tegas Kus.

Ditambahkan,  dalam alam pikirin pendidikan modern, menginsyafi akan adanya “Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa” sebagai kekuatan terbesar bangsa Indonesia tidaklah mudah. Disinilah  pentingnya pendidikan.

Kushartono menegaskan, inti pesan moral yang ingin disampaikan pada Hari Pendidikan Nasional ini adalah Jas Merah, jangan melupakan sejarah, ayo kembali ke jatidiri bangsa Indonesia. “Mari kita didik diri kita, anak-anak kita generasi bangsa ini untuk sadar dan yakin adanya kekuatan maha besar bangsa Indonesia yakni Kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.  Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa,” pungkasnya. (Danu)