Perilaku Aneh IA Terduga Teroris Menurut Teman Se Kampus: Dia Punya Keychain Logo ISIS Di Tas | SATUKANAL.COM

Lingkungan kampus Universitas Brawijaya (Foto: Lutfia/satukanal.com)

Satukanal.con, Kota Malang – Perilaku IA mahasiswa Universitas Brawijaya terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 di Kota Malang telah diketahui oleh beberapa rekan kuliahnya. Hal ini disampaikan oleh SB, mahasiswa Hubungan Internasional UB yang sempat satu kelas dengannya.

“Tahu dia sejak 2020 tapi kalau kenal secara pribadi dan berkomunikasi baru sejak 2021 karna kebetulan ada kelas yang sama,” ujar SB pada Jumat (27/5/2022).

Selama di perkuliahan IA tidak secara terang-terangan menunjukkan dukungannya terhadap kelompok ISIS, namun menurut SB dilihat dari caranya berfikir ditambah dengan statusnya di media sosial telihat indikasi bahwa IA merupakan pendukung kelompok ekstremis tersebut

“Aku tahu dia punya keychain logo ISIS di tasnya. Kalau tulisan dia terkait ISIS aku belum pernah tahu tapi kalau dari pemikirannya memang dia terlihat pro ISIS. Dia menolak semua klaim media mainstream karena dianggap by design dan dia punya klaimnya sendiri,” lanjutnya.

Baca Juga :  AIABI Gelar Kongres dan Seminar Nasional di FIA Universitas Brawijaya, Salah Satu Agenda Pilih Ketum Baru!

Klaim yang dimaksud ialah ketidaksukaan IA terhadap Amerika Serikat dan sekutunya. Menurut IA Amerika Serikat merupakan penyebab dari kekacauan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

“Inti klaimnya seperti itu, dan dari statusnya, bayangkan kamu lagi lihat materi Propaganda ISIS. Gambaran besarnya seperti itu, dan aku membatasi diri untuk tidak mengingat klaimnya supaya nggak katut (terseret),” lanjutnya.

Meskipun berbeda angkatan, SB mengaku bahwa dia bersama rekan-rekannya sempat berusaha untuk merangkul IA supaya perlahan dapat terlepas dengan paham ekstrem dan dapat lebih fokus pada pendidikan.

“Kita gak langsung negasin kalau dia salah, kita perhalus pelan-pelan karna kita yakin orang seperti itu kalau dilawan dengan keras akan membuatnya semakin teguh dalam pendirian. Dan juga selama ini dia masih belum menunjukkan aksi nyata sehingga kita masih berusaha untuk merangkulnya,” tutur SB.

Baca Juga :  Tangkal Radikalisme di Kalangan Mahasiswa, Universitas Brawijaya Gandeng BNPT untuk Kenalkan Karakter Bangsa

Respon yang diberikan oleh IA pun tidak berakhir dengan penolakan yang keras dan masih dapat menerima apa yang disampaikan oleh SB dan kawan-kawan.

“Waktu kita ajak diskusi dia masih mau menerima tapi memang perlu waktu untuk mengikis pemahaman yang terlanjur melekat. Ini sudah jadi kekhwatiran kami sejak lama tapi kita menyayangkan kenapa kehadiran kita ternyata belum bisa menyadarkan dia dari ideologi ekstrem yang terlanjur ditelannya,” sambung SB.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Hubungan Internasional, Universi Brawijaya ditangkap Densus 88 di sebuah indekos, Dinoyo, Kota Malang pada Senin (23/5/2022).

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah