SATUKANAL.COM
Eril
Emmeril Kahn Mumtadz anak sulung Ridwan Kamil yang masih dalam pencarian setelah insiden hanyutnya di Sungai Aare, Swiss. (Foto: IG @emmerilkahn)
Nasional BERITA Kanal Highlight

Penjelasan Ilmiah Kenapa Jasad Eril Tetap Utuh Walau 14 Hari Hanyut di Sungai Aare

Satukanal.com, Nasional Jasad Emmeril Khan Mumtaz (Eril) ditemukan Polisi Maritim Bern di Bendungan Engehalde Sungai Aare pada Rabu (8/6/2022) pukul 6.50 waktu Swiss. Hasil olah forensik pada Kamis (9/6/2022) juga menyatakan bahwa jenazah yang ditemukan cocok dengan DNA Atalia Praratya istri Ridwan Kamil (Emil).

Pada Jumat (10/6/2022), Emil sudah tiba di Kota Bern. Gubernur Jawa Barat itu langsung mendatangi rumah sakit tempat anaknya dipulasari. Takjub, Eril berkali-kali menyebut asma Allah mengetahui sang putra dalam kondisi utuh. Padahal, ia telah terseret derasnya arus Sungai Aare selama 13 hari, dan jasadnya ditemukan 5,1 km dari tempat kejadian.

“ALHAMDULILLAH YA ALLAH,.. Akhirnya Engkau memberikan kesempatan saya untuk kembali memeluk, membelai dan memandikan anak saya sesuai syariat Islam, juga mengadzankan dengan sempurna di telinganya persis seperti saat Eril lahir,” tulis Emil di akun Instagramnya.

“Dan MASYA ALLAH, walau sudah lewat 14 hari, jasadnya masih utuh rapih. Sungguh mukjizat kecil yang sangat kami syukuri,” imbuhnya.

Baca Juga :  7 Rekomendasi Kado Untuk Hari Ibu, Terbaru Unik dan Mengesankan!

Emil kemudian bersaksi bahwa anggota tubuh sang putra sulung utuh tidak kurang satu apapun. Wajahnya menengok ke kanan, isyarat kebaikan dalam Islam. Bahkan jasad Eril wangi seperti aroma eucalyptus.

Penjelasan Ilmiah Soal Jasad Eril yang Utuh

Setelah proses memandikan jenazah Eril, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa terdapat penjelasan ilmiah di balik utuhnya jasad anak pertamanya itu.

Baca Juga :  7 Rekomendasi Kado Untuk Hari Ibu, Terbaru Unik dan Mengesankan!

“Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setengah membeku sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari,” jelas Emil.

Sebelumnya selama masa pencarian, Dubes Indonesia untuk Swiss Muliaman D Hadad menyampaikan bahwa pencarian Eril terhalang visibilitas jarak pandang ke dasar air. Kondisi tersebut mengingat air di Sungai Aare merupakan lelehan salju.

Terlebih pada bulan Mei – Juni ini merupakan masa transisi dari spring (musim semi) menuju summer (musim panas). Cuaca masih sering hujan dan mendung, sehingga praktis udara masih dingin begitu pula suhu air di Aare.

(Adinda)

Kanal Terkait

Satukanal.com