Pengungsian Erupsi Semeru Dijadikan Lokasi Syuting Sinetron, Netizen: Boikot | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
Pengungsian Erupsi Semeru Dijadikan Lokasi Syuting Sinetron, Netizen: Boikot

Tampak pengungsian korban semeru yang dijadikan lokasi syuting (Foto: instagram @cakyo_saversemer)

Satukanal.com, Nasional– Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan proses syuting di lokasi pengungsian Semeru.

Tak butuh waktu lama, video ini pun menjadi viral dan menuai banyak kecaman dari warganet.

Dalam video yang diunggah oleh akun instagram @cakyo_saversemeru tampak dua pemain sedang beradu peran di depan kamera. Warga pun tampak sedang menonton proses syuting yang berlangsung di luar  tenda pengungsian itu.

Diketahui, pemilik akun @cakyo_saversemeru tersebut merupakan relawan Semeru. Melalui unggahannya itu, ia juga melontarkan protes.

“Bencana bukan drama. Ketika kami relawan lokal, yang tidak punya nama untuk membantu saudara sendiri penuh dengan drama. Sekarang lokasi pengungsian justru dijadikan lokasi syuting sebuah drama. INI BENCANA BUKAN DRAMA, JANGAN JADIKAN BENCANA SEBUAH DRAMA,” ungkapnya.

Hingga Rabu (22/12/2021) pukul 16.58 WIB, video unggahan di akun @cakyo_saversemeru telah disukai oleh 4.671 orang dan dikomentari 530 orang. Postingan ini pun juga direpost oleh sejumlah akun instagram, salah satunya @infomalangan dan beberapa akun lainnya.

Baca Juga :  Gempa M 5,1 Guncang Lampung, Tak Berpotensi Tsunami

Sejumlah warganet pun memberikan komentarnya. Seperti @sumastian_ yang menyebut bahwa si pembuatnya hanya sekedar mmebuat, tanpa memikirkan kondisi yang terjadi.

“Nek gawe pilem kok anggerto manggon gak mikirno dulur seng lagi kenek musibah,” tulisnya.

Kemudian, ada pula komentar dari @kembangmountain yang mempertanyakan siapa si pemberi izin syuting tersebut.

“kalo syuting kan kudu ada ijinnya, lha sik mengijinkan kui sopo yo cak? Lagian kok ya ngono banget si,” tulis akun @kembangmountain.

@Rifkyaaaz pun ikut memberikan komentarnya, “Pikirane nandi to jan, gak sip nalare”. Bahkan, @armikaf_ mengatakan bahwa adegan dalam sinetron itu hanya untuk kepentingan rating.

“Demi sebuah rating,” tulis @rifkyaaaz.

Lebih lanjut, dalam postingan di akun @cakyo_saversemeru dikatakan jika take adegan yang berlangsung di pengungsian merupakan bagian dari sinetron Terpak menikahi tuan Muda.

Baca Juga :  Ini Cara Cek Banjir di Google Maps Agar Perjalananmu Tak Terhambat

Tak hanya, sebuah poster bertuliskan ‘Warga Lumajang Boikot Film TMTM’ pun juga diunggah oleh sang pemilik akun.

Dalam poster itu dituliskan bahwa Lumajang masih dalam suasan berkabung. Mayat saudara kita yang terkubur material semeru masih dalam harapan bisa ditemukan.

“Tim anda datang kepengungsian hanya untuk shooting film ditambah lagi aktor aktrisnya beradegan pelukan di depan anak-anak. Sungguh sangat menyakiti hati kami,” tulis dalam poster.

Poster boikot (Foto: Instagram @cakyo_saversemeru)

Surat yang menunjukkan perizinan terkait pengambilan adegan film tersebut banyak pertebaran di media sosial. Salah satunya bahkan memperlihatkan lembar disposisi dengan kop dari pemeritah Kabupaten Lumajang. Ada pula permohonan izin dari pihak pembuat film dari PT Verona Indah Pictures. (Adinda/ubai)