Pengendara Wajib Tau, Ini Beda Sanksi Tilang Tak Punya SIM Dan SIM Ketinggalan | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
SIM dan STNK

ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM)/ (Foto: polri.go.id)

Satukanal.com, Nasional – Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang pengendara yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, serta terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Sehingga, SIM menjadi syarat mutlak pengendara mengemudikan kendaraan. Hal ini sudah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Bagi pengendara yang tidak bisa menunjukan SIM, maka akan dikenakan sanksi tilang. Ternyata, terdapat perbedaan sanksi dan besaran denda antara pengguna kendaraan yang mempunya SIM tetapi lupa membawa dengan tidak memiliki SIM.

Lalu apa bedanya?

Baca Juga :  Kapan Cuti Bersama Lebaran 2022? Yuk, Simak Jadwalnya Menurut Aturan Pemerintah

Sanksi tilang tidak punya SIM

Sanksi lebih berat akan dikenakan untuk pengendara yang tak memiliki SIM seperti diatur dalam pasal 281 pada UU LLAJ, yaitu dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banuak Rp 1.000.000 (satu juta rupiah).

Aturan tersebut termaktub dalam Pasal 281 UU LLAJ, yaitu:

“Dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp 1.000.000 (satu juta rupiah)”.

Sanksi tilang SIM tertinggal

Jika pengemudi tidak bisa menunjukkan SIM atau tertinggal, maka akan dikenakan denda tidak bawa SIM paling banyak Rp 250.000 dan sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan.

Baca Juga :  Menang Melawan Thailand, Jonatan Christie Ungkap Kurang Puas dengan Performanya

Aturan itu termaktub dalam UU LLAJ Pasal 288 ayat 2, yang berbunyi:

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi yang sah sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)”.

Sementara, jika SIM ketinggalan, ternyata bisa meminta bantuan seseorang mengambilnya untuk menghindari tilang. Namun hal ini tidak selamanya bisa dilakukan sebab ada syaratnya, yaitu jika petugas di lapangan mau memberi diskresi seperti itu.

 

 

Editor : Naviska