Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Di Jombang Antri, Keluarga Sampai Tidur Di Trotoar | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Jombang Antri, Keluarga Sampai Tidur di Trotoar

Heru, saat menunggu pemulasaran jenazah covid 19 di RSUD Jombang (Foto: Anggit/ Satukanal.com)

Satukanal.com, Jombang – Akibat membludaknya jenazah Covid-19 untuk proses pemulasaraan di kamar jenazah RSUD Jombang, tidak sedikit keluarga korban yang harus menunggu bahkan tidur di trotoar jalan raya dekat area rumah sakit.

Seperti yang dirasakan Heru Utomo, warga Kecamatan Bareng, Jombang. Ia dan keluarga terpaksa menunggu satu hari, karena antrian panjang untuk pemulasaraan jenazah di RSUD Jombang. Diketahui, kerabat Heru meninggal pada Rabu (7/7/2021) akibat Covid-19.

Jenazah kerabatnya, saat ini masih berada di lorong mayat karena mendapat antrian nomor 21. Hal tersebut, membuat ia harus bertahan, bahkan rela tidur di trotoar guna menunggu bagian pemulasaraan jenazah.

Baca Juga :  Dekat Dengan Gus Dur, Prabowo Bernostalgia di Tebuireng

Padahal, beberapa keluarga lain sudah menggali liang lahad sejak sehari sebelumnya. “Sudah sejak sehari yang lalu saya nunggu, sejak jam 8 malam sampai sekarang belum dilakukan pemulasaraan jenazah Covid-19. Ya bisa dilihat sendiri jenazahnya berjejer itu dan tiap hari makin banyak yang masuk,” ucapnya pada Satukanal.com, Kamis (8/7/2021).

Heru hanya berharap pemulasaraan jenazah bisa segera dilakukan dengan cepat dan efektif. Meskipun, ia mengetahui antrian jenazah masih cukup banyak dan panjang karena kematian akibat Covid 19 terus bertambah.

Baca Juga :  Ribuan Tukang Becak di Jombang Terima Bantuan Hari Raya dari Bupati

“Semoga bisa cepat dilakukan pemulasaraan saja. Karena saya sudah menunggu sejak kemarin.  Dapat antrian nomor 21 juga, sampai sekarang masih menunggu,” tukasnya.

Seperti yang diketahui, antrian pemulasaraan jenazah di RSUD Jombang sudah terjadi sejak, Selasa (6/7/2021) kemarin sampai sekarang. Tidak sedikit dari mereka yang memilih pulang ke rumah. Beberapa memilih menetap dan tidur di trotoar karena ruang tunggu antrian harus steril dari pengunjung sampai jenazah kerabat dilakukan proses pemulasaraan.

 

 

Pewarta : Anggit
Editor : Redaksi Satukanal