Pemkot Malang Telah Tetapkan 78 Aset Cagar Budaya Dalam 4 Tahun Ini | SATUKANAL.COM

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana (Foto: Lutfia/satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Dalam rentang waktu 2018 hingga 2022 Pemerintah Kota Malang telah menetapkan 78 aset cagar budaya .

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana mengaku dalam mewujudkan target untuk melakukan penetapan sebuah bangunan maupun benda sebagai cagar budaya masih ditemui beberapa kendala.

“Setiap tahun pasti kita akan melakukan penambahan bangunan maupun benda sebagai cagar budaya, kita punya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang kita manfaatkan. Untuk menentukan itu kami juga ada beberapa kendala seperti ijin dari pemilik,” ujar Suwarjana pada Jumat (20/5/2022).

Menurut Suwarjana, beberapa pemilik bangunan seringkali mempertimbangkan perihal perijinan apabila hendak melakukan renovasi.

“Mereka (para pemilik bangunan) tidak memperbolehkan dengan berbagai alasan, di antaranya kalau ditentukan sebagai cagar budaya, kalau mau mengubah, membangun, harus ada izin dulu. IMB memang di bagian Perijinan namun rekomendasinya di Disdikbud,” lanjutnya.

Suwarjana juga mengungkapkan, apabila sebuah bangunan akan ditetapkan sebagai cagar budaya dan pemilik ingin melakukan pembangunan, perijinan tidak akan dipersulit selama masih mengikuti aturan.

“Yang penting kalau misalnya IMB sudah ditetapkan di Cagar Budaya, bagian luar harus tetap (tidak ada perubahan), kalau di dalamnya nanti bisa kita bicarakan,” ungkap Suwarjana.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengharapkan untuk kedepannya pemilih bangunan cagar budaya dapat diberikan insentif sehingga dapat mempermudah penambahan cagar budaya.

“Harapannya kami tidak sekadar menetapkan tapi juga ada insentif dan disinsentif, bisa pembebasan pajak bangunan,” ujar Sutiaji.

Sementara itu ketujuh bangunan dan benda yang kini ditetapkan oleh Pemerintah Kota Malang, di antaranya, penetapan Prasasti Widodaren I dan II, Arca Adhi Kuranandin kepada Hotel Tugu, penetapan 4 bangunan cagar budaya yakni The Shalimar Boutique Hotel, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bromo, Sekolah Dasar Kristen Brwaijaya, dan Fendy’s Homestay, serta penetapan 2 benda cagar budaya yaitu Yoni Mertojoyo dan Kostun busana Dora Puspita.

 

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah