Pemkab Kediri Beri Beasiswa GNOTA Senilai Rp 20 Miliar Buat 13 Ribu Pelajar Tahun Ini | SATUKANAL.COM
Pemkab Kediri

Caption: Sosialisasi bantuan sosial pendidikan kepada masyarakat tidak mampu di wilayah Kabupaten Kediri melalui beasiswa GNOTA (Doc: Istimewa)

Satukanal.com, Kabupaten Kediri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memberikan beasiswa Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) kepada 13000 siswa SMP dan SMA kurang mampu tahun ini.

Beasiswa GNOTA yang dialokasikan Pemkab Kediri ini yakni sebanyak Rp 20 miliar.

Ketua GNOTA Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito mengatakan, dengan hadirnya beasiswa GNOTA diharapkan siswa berprestasi namun terkendala biaya bisa terbantu untuk melanjutkan pendidikan.

“Bagi siswa berprestasi yang terkendala pendidikan bisa mendapatkan bantuan GNOTA ini, dengan mendaftarkan diri melalui website gnota.kedirikab.go.id,” kata Eriani Annisa pada Jumat (1/7/2022).

Baca Juga :  Launching Tim dan Jersey, Para Pemain Persik Berharap Kejayaan Seperti di Tahun 2000

Mbak Cicha, sapaan akrab Eriani Annisa menjelaskan, beasiswa GNOTA ini bersifat stimulus, yang mana Pemkab Kediri akan membiayai kebutuhan dasar peserta didik yang sudah terdaftar menjadi penerima bantuan.

Sementara jumlah data penerima beasiswa GNOTA Kabupaten Kediri tercatat ada 13 ribu peserta didik, terdiri dari 7.510 siswa SMP, 5.014 siswa SMA, dan sisanya dialokasikan pada perguruan tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri, Sujud Winarko melanjutkan, tahun ini Pemkab Kediri mengalokasikan APBD untuk GNOTA sebanyak Rp 20 miliar.

Baca Juga :  Pembenahan Stadion Brawijaya, Panpel Pasang Tempat Broadcast Setinggi 12 Meter

Diproyeksikan alokasi beasiswa GNOTA di Kabupaten Kediri pada tahun 2023 mendatang bakal bertambah.

“Tahun ini dialokasikan sebesar Rp 20 miliar. Tahun depan harapannya akan bertambah,” tutur Sujud.

Sujud menuturkan, melalui program ini diharapkan bisa mengurangi angka siswa yang mengalami drop out atau putus sekolah.

“Harapannya beasiswa ini yang pertama dapat mengurangi drop out, kemudian siswa dapat mengikuti pendidikan secara berjenjang tanpa harus terkendala ekonomi,” pungkas Sujud. (ADV)

Pewarta: Anis
Editor: U Hadi