SATUKANAL.COM
Kayutangan
Caption: Zona 3 Kayutangan Heritage. Doc: Istimewa
BERITA Kanal Highlight Malang Raya

Pembangunan Zona 3 Kayutangan Mendekati 100 Persen, Ada Replika Lokomotifnya Lo

Satukanal.com, Kota Malang – Pembangunan zona 3 Kayutangan yang berada di sebagian Jalan Basuki Rahmat, atau area Patung Chairil Anwar, sudah mendekati 100 persen.

Beberapa penambahan ornamen pun dilakukan demi mempercantik seluruh area koridor, salah satunya dengan penambahan replika lokomotif di zona tersebut.

Kabar terkait pemasangan replika lokomotif ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Julhardjanto.

Menurut Dandung, replika tersebut dapat menjadi spot foto bagi para pengunjung, serta tersirat cerita historis di baliknya.

“Replika sudah selesai, tinggal finishing saja,” ujar Dandung, Rabu (30/11/2022).

Beberapa waktu yang lalu, sempat ditemukan jalur rel kuno yang diduga sudah ada sejak masa kolonial Belanda, dan alasan itulah yang mendasari dihadirkannya replika lokomotif tersebut.

Replica lokomotif ini, lanjut Dandung, sebagai penanda pihaknya telah memasang bentuk andesit yang berbeda pada jalur rel kuno tersebut.

“Ada tandanya, yaitu bentuk andesit yang beda sendiri motifnya. Kami sudah koordinasi dengan KAI kalau ada rel, dan mereka bilang diberi tanda saja supaya tahu kalau ada bekas rel. Akhirnya motif batu andesitnya kami buat berbeda dengan ganti di luar jalur kereta,” jelasnya.

Tak hanya memasang replika lokomotif, pihaknya juga memasang lampu sorot di pohon-pohon pada kawasan tersebut.

Namun masih terdapat beberapa kekurangan, seperti belum adanya simbol pesepeda dalam jalur sepeda yang sudah dibentuk.

“Lampu sorot sudah terpasang semua, di pohon itu sudah dipasang semua, bahkan kemarin juga sudah nyala dan berfungsi. Kalau marka jalur sepeda sudah 90 persen, tinggal gambar sepedanya saja yang belum karna terkendala hujan,” tutur Dandung.

Kayutangan memang merupakan kawasan heritage. Namun dalam pembangunan zona tiga tersebut masih berfokus pada perbaikan trotoar beserta kelengkapannya.

Dandung menambahkan, terkait pelengkap nuansa heritage bisa saja dapat diinisiasi di kemudian hari, dengan menyesuaikan kawasan zona dua.

“Kami kerjakan koridornya dulu seperti trotoar, kelengkapan trotoar seperti kursi, mainan, pohon, dan seterusnya. Mungkin ke depannya saya kira termasuk dekorasi, yang motifnya tidak jauh beda seperti zona dua, sehingga kesannya heritage,” sambung Dandung.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi

Kanal Terkait

Satukanal.com