Pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Malang Tetap Buka Selama Libur Lebaran | SATUKANAL.COM
May 22, 2022

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Dina Diana Permata (Lutfia/Satukanal)

Satukanal.com, Kota Malang – Selama libur lebaran tahun 2022 ini, BPJS Kesehatan Cabang Malang tetap layani masyarakat peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) baik bersifat administratif maupun pelayanan di fasilitas kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Dina Diana Permata mengungkapkan telah melakukan koordinasi dengan faskes di Malang Raya demi terjaminnya pelayanan kesehatan semasa libur lebaran.

“Peserta JKN-KIS dapat memperoleh pelayanan kesehatan di seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang membuka pelayanan di waktu tertentu. Namun jika FKTP tempat peserta terdaftar tidak beroperasi tetap mendapatkan pelayanan di Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik, hingga RS D Pratama yang buka di jam tersebut,” ujar Dina, Sabtu (30/4/2022).

Baca Juga :  Kembali Ukir Prestasi, Kota Malang Raih Terbaik Ketiga dalam PPD 2022 tingkat Nasional

Menurut Dina, seluruh fasilitas kesehatan meskipun belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan harus tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS terutama ketika berada pada kondisi gawat darurat. Faskes pun juga tidak diperkenankan untuk melakukan penarikan iuran biaya bagi peserta.

“Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis diperoleh berdasarkan indikasi medis, maka mereka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas Kesehatan juga tidak diperkenankan menarik iur biaya dari peserta tersebut,” lanjutnya.

Baca Juga :  Fraksi-fraksi DPRD Tanggapi 2 Usulan Ranperda Pemkot Malang

Begitu pula dengan pelayanan obat Program Rujuk Balik (PRB) yang dibutuhkan oleh peserta, meskipun dalam masa libur lebaran, peserta tetap dapat mengambil obat sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Selama libur lebaran, pelayanan obat PRB tetap mengacu pada kebijakan pelayanan kesehatan di FKTP selama masa pandemi. Obat akan diberikan kepada peserta selama dua bulan sekaligus, atau apabila tepat di hari libur maka jadwal disesuaikan menjadi lebih awal,” imbuh Dina.

Pewarta: Lutfia

Editor: Ubaidhillah