SATUKANAL.COM
Majapahit
Caption: Kiai Bimo saat meresmikan Monumen Garuda Pancasila Trowulan bersama Wakil DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak, dan Mantan Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Jumat (23/9/2022)
BERITA Kanal Highlight Mojokerto Raya

Pancasila Disebut Sudah Ada Sejak Zaman Majapahit, Benarkah?

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Trowulan pernah menjadi saksi sejarah kebesaran Kerajaaan Majapahit, yang mana Trowulan pernah menjadi pusat peradaban dunia.

Kerajaan ini eksis antara 185 tahun hingga 220 tahun. Dari Trowulan inilah terdapat ajaran Pancasila, yang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga dilanjutkan era Majapahit.

Pendiri dan Pembina Ponpes Segoro Agung Trowulan, KH Bimo Agus Sunarno mengatakan, nilai Pancasila sudah masuk dalam tata kehidupan pemerintahan dan masyarakat pada zaman Majapahit.

Hal ini dibuktikan dengan adanya dokumen-dokumen tertulis yang ada, seperti Telaga Batu, Kedukan Bukit, Karang Brahi, dan Talang Tuo.

Menurut Kiai Bimo, sedikitnya ada tiga yang menjadi landasan nilai Pancasila pernah ada dan berasal dari Trowulan.

Pertama, dalam kitab Sutasoma Bait 3 Pupuh 139 karangan Mpu Tantular, dituliskan Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharna Mangrwa. Ini menegaskan ada toleransi di era pemerintahan Raja Hayam Wuruk.

“Dalam Buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, tertulis adanya toleransi kehidupan beragama, khususnya agama Budha dan Hindu di zaman tersebut,” kata Kiai Bimo, sapaan akrab Agung Bimo Agus Sunarno kepada Satukanal.com, Jumat (30/9/2022).

Masih menurut Kiai Bimo, bukti Kedua yakni intisari Pancasila yang termuat dalam Kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca.

Dalan Kitab Negarakertagama tertulis ‘Yatnanggegwani Pancasyila Kertasangkrarabhisekakakakrama’, yang artinya raja menjalankan dengan khidmat kelima pantangan (pancasila) itu, demikian juga dalam berbagai ibadah dan pengobatan.

Dalam Kitab Negarakertagama juga diuraikan susunan pemerintahan Majapahit, yakni musyawarah, hubungan antar negara tetangga, dan sebagainya.

Ketiga, Bendera Kerajaan Majapahit berwarna gula kelapa saat itu menjadi lambang kejayaan Majapahit, yang menjadi rujukan lambang bendera merah putih Negara Kesatuan Republika Indonesia (NKRI).

“Unsur-unsur atau sila yang terdapat dalam Pancasila telah terwujud sebagai asal yang menjiwai, dan dilaksanakan oleh bangsa Indonesia zaman itu. Walaupun hal itu belum dirumuskan secara konkrit,” terang Kiai Bimo.

Penerapan nilai-nilai Pancasila tersebut justru tercermin dalam perjuangan bangsa, yakni anti penjajahan. Hingga akhirnya perumusan Pancasila digaungkan sebagai dasar negara Indonesia.

Bagi Kiai Bimo, salah satu cara menjaga dan merawat perbedaan yang beragam tersebut adalah dengan Bhineka Tunggal Ika, yang mengandung arti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Semboyan negara Indonesia itu bisa dijadikan sebagai dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan negara Indonesia.

“Kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni dengan cara hidup saling menghargai, menghormati satu sama lain,” ujar Kiai Bimo.

Maka dari itu, lanjut Kiai Bimo, sebagai rakyat Indonesia harus tetap menjaga keutuhan bangsa dalam kebersamaan membangun negara Kesatuan Indonesia yang majemuk.

Terlebih belakangan ini banyak fenomena penyimpangan dari ajaran nilai-nilai luhur bangsa.

“Terutama generasi anak muda, yang mana fenomena ini menusuk ke berbagai lini kehidupan dan mengganggu keharmonisan masyarakat, sehingga dapat menimbulkan gejolak berbagai aspek kehidupan,” tuturnya.

Menurut Kiai Bimo, Pancasila saat ini belum berjalan dengan baik. Nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika sampai dengan hari ini masih belum diamalkan dan dikerjakan secara mendalam.

“Kita harus menumbuhkan di benak sanubari kita masing-masing, serta menggelorakan Bhineka Tunggal Ika ini,” sebutnya.

Kiai Bimo merupakan penggagas Monumen Garuda Pancasila Trowulan. Ia juga berharap dengan dibangunnya monumen ini dapat memberi kontribusi positif.

“Ya sebagai warga negara Indonesia, saya ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tandasnya.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi

Kanal Terkait

Satukanal.com