Pameran Tunggal Bagus Brahmananto, Pengunjung Antusias Simak 52 Karya Digital | SATUKANAL.COM
WhatsApp Image 2022-01-20 at 12.22.59 (1)-ef487d72

Pameran Bagus Brahmananto (Foto: Lutfia)

satukanal.com, Malang – Bagus Brahmananto seorang seniman senior Kota Malang menggelar pameran seni yang diselenggarakan di Gedung Dewan Kesenian Malang pada 15-19 Januari 2022 lalu. Pameran yang bertajuk ‘Capturing Beauty’ ini mengundang minat banyak pengunjung .

Pengunjung merasa takjub dengan karya yang disuguhkan oleh Bagus. Karya yang dilahirkan di usianya yang tak lagi muda ini menggunakan konsep digital painting dengan alat bantu handphone dan tablet. Thariq, salah seorang pengunjung mengaku sangat terkesan dengan setiap karya yang dipamerkan oleh Bagus.

“Saya baru pertama kali lihat pameran yang kaya gini, inikan digital painting, ini juga jarang ada pameran yang seperti ini karena biasanya ‘kan seni lukis atau fotografi,” ungkap mahasiswa Akuntansi UM tersebut.

Ditemui di malam penutupan pameran pada Rabu (19/1/2022), Bagus mengaku bahwa ia ingin berkomunikasi secara jujur dan apa adanya kepada pengunjung melalui pameran tunggal pertamanya ini.

Baca Juga :  Tak Perlu Malu Berpenampilan Nyentrik, Kini Muda Mudi Kota Malang Dapat Nongkrong dengan Berbagai Gaya di Kayutangan!

“Saya ingin menyampaikan pengalaman hidup saya dan bercerita kepada banyak orang. Jadi apa yang saya temukan dalam hidup saya ya munculnya seperti ini, lukisan-lukisan yang figurative dan realistis,” terang pria yang juga aktif dalam dunia tari tersebut.

Melukis dengan menggunakan media digital membuatnya merasa lebih leluasa dan tidak terbatas, terlebih sejak mengalami sakit-sakitan Bagus sudah tidak mampu berlama-lama menghadap kanvas. Membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk mempersiapkan pameran yang berisikan 52 karya digital.

“Sebelum pensiun saya menemukan handphone layar sentuh, daya mulai mencoba untuk melukis dengan media digital. Saya mengenal digital tahun 2017 tapi memutuskan untuk memulai seni digital pada tahun 2019, sebelum itu ya masih manual,” lanjut Bagus.

Baca Juga :  Keresahan Warga Terdampak di Balik Berdirinya RSU BRIMedika Malang: Janjinya Rumah Diperbaiki, Tapi…

Pada malam penutupan yang ramai akan pengunjung ini, Bagus mendapatkan tamu istimewa yakni Ki Sholeh Ardi Pramono, seorang kawan yang hampir 30 tahun tidak berjumpa. Di tengah iringan musik arabian, Ki Sholeh menjelaskan nahwa Bagus telah menjadi rekan kerjanya di dunia seni sejak masih sama-sama bujang.

“Satu hal yang saya berikan apresiasi, seumuran beliau masih mengikuti digital dan berusaha untuk memanfaatkan media. Teman-teman masih berada di dunia tradisi, dia sudah menjebol ke kreasi modern,” ujar Ki Sholeh.

Pameran yang telah berhasil menarik perhatian banyak pengunjung ini juga ditutup dengan berbagai penampilan seperti Tarian Sufi, Musikalisasi Puisi, serta iringan musik Arabian. (Lutfia/Danu)