Pameran Seni Rupa ACPM Art, Dari 'Wakil Rakyat' Hingga ' Pesona Gunung Ibu Tidur' | SATUKANAL.COM
pameran seni rupa dprd kota malang

Pengunjung pameran seni rupa ACPM Art di hall gedung DRPD Kota Malang (foto:Lutfia/)

satukanal.com, Malang – Suasana hall gedung DPRD Kota Malang pada Senin (17/1/2022) pagi terbilang cukup ramai dibandingkan hari-hari biasa. Tak heran, di lokasi itu tengah digelar pameran seni rupa oleh Astra Citra Perupa Malang Art (ACPM Art). Pameran berlangsung hingga sepuluh hari ke depan.

Ketika memasuki pintu utama, pengunjung  dimanjakan ragam keindahan dan keunikan lukisan-lukisan. Lukisan kelompok perupa ACPM Art yang dipajang ini mulai dari aliran realis, naturalis, abstrak, hingga dekoratif. Memikat pengunjung untuk memperhatikan satu demi satu karya yang terpampang.

Salah satu perupa adalah Joko Paryono, pria yang sudah 40 tahun tinggal di Bali tersebut turut menyumbangkan 4 karya berupa satu beraliran dekoratif, satu lagi aliran realis dan dua buah sketsa.

“Lukisan yang ada di sini baru, ada tahun 2017, tahun 2021 ini judulnya ‘Wakil Rakyat’,” ujar Joko sembari menunjukkan karyanya.

Joko  perupa yang membawa aliran realis. Sesekali, dia melakukan kegiatan sketsa jalanan. Ia  tertarik  mempelajari aliran dekoratif. Ternyata mendapatkan apresiasi yang baik dari orang lain.

“Yang ini judulnya ‘Wakil Rakyat’, kan 4 Punakawan itu dewa, turun jadi pembantunya Pandawa. Seperti wakil rakyat, mereka orang-orang pinter tapi mau jadi wakilnya rakyat. Ilustrasinya seperti itu,” terang pria yang tergabung dalam Komunitas Seikil  ini.

Baginya lebih mudah untuk menciptakan karya dengan aliran realis maupun sketsa jika dibandingkan dengan aliran dekoratif. Ia bisa lebih leluasa menorehkan realitas yang ia tangkap dengan panca indera ke dalam bentuk lukisan dan sketsa. Sedangkan untuk aliran dekoratif membutuhkan permainan imajinasi yang tetap harus diperhatikan pemakaiannya.

Hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh salah seorang perupa beraliran naturalis yakni Deddy Satya Dewanto yang sudah tertarik melukis sejak kelas 3 Sekolah Dasar.

“Saya di sini ada dua (lukisan) ditambah kategori souvenir 4, jadi saya membawa 6 karya. Lalu ini ceritanya gunung yang jaman dulu menjadi ikon Kota Malang,” ujar pemilik karya ‘Pesona Gunung Ibu Tidur’ ini.

Karya yang ia pamerkan ini ia tangkap dari kondisi geografis Kota Malang yang memiliki pemandangan tiga gunung yang saling berjejer dan membentuk formasi layaknya seorang ibu tidur.

“Formasi Gunung Ibu Tidur ini dari gunung Buthak, gunung Kawi  dan gunung Panderman yang hanya bisa dilihat dari wilayah Kota Malang,” lanjutnya.

Lokasi sempurna untuk dapat menangkap pemandangan ini ialah Arjosari, Karanglo hingga ke wilayah Gadang. Ia juga menuturkan formasi Gunung Ibu Tidur ini menjadi salah satu alasan mengapa orang pada jaman dahulu termasuk ayah  Deddy membeli tanah di Kota Malang. Masyarakat tidak hanya disuguhkan dengan pemandangan Gunung Arjuna saja melainkan ketiga gunung ini.

“Lukisan ini cukup lama (pengerjaannya) sekitar satu bulan karena saya juga mencari imajinasi yang cocok,” terang Deddy. (Lutfia/Danu)