OTT KPK Di PN Surabaya, Berikut Total Harta Kekayaan Hakim Itong Isnaeni Dan Panitera Pengganti M Hamdan | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
korupsi 50 juta

uang (Foto: Pixabay.com)

Satukanal.comNasional – Hari ini, Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan ada operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan hakim di Pengadilan Negeri atau PN Surabaya.

Berdasarkan informasi yang diterima jubir Mahkamah Agung (MA) hakim agung Andi Samsan Nganro, hakim PN Surabaya yang diamankan KPK yakni Itong Isnaeni Hidayat, SH MH. Sedangkan Panitera Pengganti PN Surabaya yang diamankan yakni, M Hamdan.

Berdasarkan laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada laman elhkpn.kpk.go.id pada Kamis (20/1/2022), Itong tercatat memiliki total harta kekayaan senilai Rp 2.174.542.499 atau Rp 2,1 miliar. Hal ini berdasarkan laporan LHKPN pada Januari 2021.

Diketahui, harta terbesar miliknya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 1.030.000.000. Harta tidak bergerak ini tersebar di Kota Surakarta dan Kota Boyolali.

Baca Juga :  3 Tips Mudik Lewat Pelabuhan Merak Menurut Kemenhub, Apa Saja?

Dirinya juga memiliki mobil Toyota Innova keluaran 2017 dengan harga Rp 160.000.000. Harta bergerak lainnya dilaporkan dengan total Rp 22.500.000. Terdapat pula kas dan setara kas Rp 962.042.499, sehingga total kekayaan Itong Isnaeni Rp 2.174.542.499.

Dilansir dari laman detik, panitera pengganti M Hamdan yang turut terjaring OTT KPK, berdasarkan LHKPN, memiliki kekayaan Rp 696 juta. Hamdan tercatat memiliki tanah dan bangunan seluas 20 m2/25 m2 di Kabupaten/Kota Pamekasan dengan nilai Rp 700.000.000. Tanah dan bangunan ini disebut merupakan hasil warisan.

Dalam LHKPN tersebut Mohammad Hamdan juga tercatat memiliki utang sebesar Rp 20.000.000. Sehingga total harta kekayaannya Rp 696.500.000. Dirinya juga memiliki motor Honda Beat tahun 2014 seharga Rp 6.500.000. Dengan kas dan setara kas sejumlah Rp 10.000.000.

Baca Juga :  Tinggal Beberapa Hari Lagi, Ucapan Selamat Idul Fitri untuk Orang Terdekat yang Penuh Makna

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro mengatakan Itong terjaring operasi senyap pada pagi tadi, Kamis, 20 Januari sekitar pukul 05.00 WIB.

“Informasi dari Ketua PN Surabaya bahwa pagi tadi sekitar pukul 05.00-05.30 WIB KPK datang ke kantor PN Surabaya dan di dalam mobilnya dilihat ada saudara Itong Isnaeni Hidayat,” ungkap Andi.

Sementara untuk panitera pengganti yang ditangkap KPK, kata Andi, adalah Hamdan. “Menurut Ketua PN Surabaya, penangkapan ini baru diketahui pagi tadi ketika KPK datang ke Pengadilan Negeri Surabaya,” jelasnya. (naviska)