5 Rekomendasi Olahraga Untuk Orang Obesitas, Jangan Sampai Salah Pilih! | SATUKANAL.COM
Olahraga Untuk Orang Obesitas

ilustrasi seseorang dengan kelebihan berat badan rutin berolahraga (Foto: Pixabay.com)

Satukanal.com, Nasional– Olahraga untuk orang obesitas tidak boleh sembarangan. Apabila salah dalam memilih olahraga yang tepat pada orang obesitas, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka.

Obesitas atau berat badan di atas normal adalah salah satu faktor risiko berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, serangan jantung, diabetes, dan stroke.

Untuk menurunkan risiko tersebut, orang obesitas dianjurkan untuk berolahraga secara rutin dan teratur. Tak sembarang berolahraga, namun melakukan latihan dari yang paling ringan terlebih dahulu.

Olahraga Untuk Orang Obesitas

Penting diketahui bagi seseorang dengan obesitas, jenis olahraga yang kurang tepat bisa menyebabkan rasa tidak nyaman.

Bahkan, beberapa gerakan olahraga untuk orang obesitas yang salah dan terlalu berat juga bisa menyebabkan rasa sakit. Lantas, apa saja olahraga yang disarankan pada seseorang yang mengalami kondisi ini? Berikut ulasannya:

1. Jalan Kaki

Seseorang yang mengalami obesitas sebaiknya memulai latihan dengan yang ringan, Jaan kkai menjadi salah satu piihan yang direkomendasikan. Aktivitas fisik low-impact ini bisa dilakukan di mana saja.

Baca Juga :  2 Resep Ikan Nila Ini Bisa Dicoba, Mudah Dibuat dan Tak Perlu Banyak Bahan!

Diketahui, berjalan lambat pun tetap bisa membakar kalori pada orang-orang yang kelebihan berat badan. Sebab, mereka akan mengerahkan energi yang lebih besar untuk menggerakkan tubuh.

Untuk penderita obesitas morbid, berjalan mungkin akan terasa sulit. Namun, Anda bisa melakukannya dengan bantuan pendamping.

2. Berenang

Berenang juga menjadi rekomendasi oahraga untuk orang obesitas. Ketika Anda berenang, semua bagian tubuh akan bergerak. Mulai dari kaki hingga kepala, akan digunakan sebagai ‘media’ untuk berolahraga.

Jika dilakukan dengan benar, kalori yang terbakar pun bisa lebih banyak ketimbang Anda berlari.  Selain dapat membakar lemak dalam tubuh, berenang juga sering direkomendasikan bagi penderita asma untuk menjaga fungsi paru-parunya.

3. Sepeda Statis

Rekomendasi ketiga adalah sepeda statis. Sepeda statis cocok bagi orang yang obesitas, namun belum siap menggowes ke luar rumah.

Sepeda statis memberikan keuntungan berupa stabilitas lebih baik dan risiko jatuh yang rendah.

Oleh karena itu, jenis olahraga ini bisa menjadi pilihan yang baik, khususnya bagi orang dengan gangguan keseimbangan atau masalah lutut, namun tetap ingin aktif berolahraga.

Baca Juga :  Ingin Berlibur? Siapkan 6 Aplikasi Rekomendasi Wisata Ini

4. Bersepeda

Selain sepeda statis, bagi seseorang yang merasa sudah siap mengayuh sepeda sebaiknya memilih olahraga bersepeda.

Bersepeda juga merupakan pilihan olahraga untuk orang gemuk. Jenis olahraga kardio ini memang tidak membentuk otot-otot di tubuh layaknya angkat beban.

Meski begitu, bersepeda terbukti mampu merampingkan tubuh. Jenis olahraga ini pun terbukti dapat mengencangkan otot bokong, paha, dan pinggang.

5. Lari

Rekomendasi olahraga untuk orang obesitas berikutnya adalah lari. Lari merupakan olahraga yang baik untuk orang dengan berat badan berlebih.

Jenis olahraga ini bisa dilakukan setidaknya 30 menit sehari dan sebanyak 3–5 kali seminggu agar pembakaran lemak berlangsung lebih optimal.

Namun, jika Anda memiliki gangguan lutut atau kaki, jangan dipaksakan untuk berlari untuk menghindari perburukan kondisi yang telah dialami.

Nah, itulah rekoemndasi olahraga untuk orang obesitas. Jusahakan untuk memilih olahraga ringan yang setidaknya tidak memberatkan Anda. Sesuaikan dengan kondisi tubuh dan kemampuan Anda. Jangan sampai terkesan memaksakan karena itu dapat memperburuk kesehatan. (Adinda)