Muncul Petisi Terkait Pedagang Kucing Di Pasar Splendid, Benarkah Pemkot Malang Abai? | SATUKANAL.COM

Muncul petisi online yang dilayangkan oleh Malang Animal Care Lover kepada Pemerintah Kota Malang. Tuntutannya untuk menyelamatkan kucing yang tersiksa dari pedagang di Pasar Splendid.

Satukanal.com, Kota Malang – Lutfia Indah

Tidak ada batasan tegas yang diberikan oleh para pedagang di Pasar Splendid untuk hewan sehat dengan hewan sakit. Di samping buruknya kualitas kebersihan pasar, kondisi hewan-hewan termasuk kucing di Pasar Spendid juga sangat memprihatinkan. Persoalan tersebut tak ayal menimbulkan kemarahan publik, khususnya bagi para pecinta kucing.

Sebuah petisi yang dilayangkan oleh Malang Animal Care Lover kepada Pemerintah Kota Malang terkait tuntutan untuk menyelamatkan kucing yang tersiksa dari pedagang di Pasar Splendid. Hingga Kamis (30/6/2022), total petisi yang ditandatangani melalui change.org hampir mencapai angka 14 ribu.

Setelah petisi tersebut viral, Pemkot Malang baru bergerak untuk meninjau pedagang-pedagang yang ada di Pasar Splendid. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, drh. Anton Pramujiono mengungkapkan pada Selasa (28/6/2022) lalu bersama tim telah melakukan inspeksi dan ditemukan beberapa kucing yang sakit.

“Kemarin kita berikan pengobatan bagi yang sakit dan disinfektan untuk bikin sanitasi kandang yang akan dijual. Hampir semua kita pantau, kurang lebih ada 5 (penjual kucing), beberapa sudah melakukan kebersihan kandangnya,” ujar drh. Anton.

Di lokasi pun pedagang juga mengaku telah terdapat petugas yang datang untuk memberikan pengobatan bagi kucing yang dijual, namun tidak dengan pemberian vaksinasi terhadap kucing. Salah satu penjual kucing mengungkapkan bahwa dirinya tidak dapat memberikan vaksin untuk tiap-tiap kucing yang dijual.

“Jarang sekarang kucing divaksin, kalau dulu rata-rata divaksin semua. Sekarang harga kucing sekitar Rp.400 ribu, sedangkan vaksinnya Rp.200 ribu,” ujar salah satu penjual kucing yang ditemui.

Dalam petisi tersebut, Malang Animal Care Lover meminta pemerintah untuk menetapkan standar kelayakan untuk pedagang hewan di Pasar Splendid. Sayangnya Kota Malang sendiri masih belum memiliki peraturan daerah tentang regulasi jual-beli hewan.\

“Kita tidak bisa buat Perda karena ada UU di atasnya sudah jelas mengatur. Tapi kita harapkan dari pecinta kucing harus hadir di situ. Kalau memang ada hewan yang tidak layak diperjual belikan seperti itu, biar dilaporkan ke dinas terkait,” ujar I Made Riandiana Kartika, Ketua DPRD Kota Malang.

Ia juga meminta supaya pedagang tidak menjual hewan-hewan yang tidak sehat untuk diberikan perawatan di rumah terlebih dahulu.

Meskipun penjual mengaku kucing yang sakit tidak diperjual-belikan, namun kucing-kucing tersebut masih berada di lapak bahkan terpampang di bawah sinar matahari dengan penutup seadanya.

Editor: Danu Sukendro