Mulai Besok, Seluruh Pasar Hewan Di Kabupaten Kediri Ditutup | SATUKANAL.COM

Petugas melakukan disinfektan di Pasar Hewan di Kediri (Dok.)

Satukanal.com, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menutup seluruh aktivitas Pasar Hewan. Hal ini lantaran adanya peningkatan penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kediri.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, mengatakan penutupan pasar hewan ini merupakan langkah strategis penanggulangan kasus PMK. Selanjutnya hasil dari kebijakan langkah tersebut, bakal dilakukan evaluasi kembali setelah 14 Hari.

“Selama itu akan dievaluasi, tiga hari sebelum tanggal 10 Juni akan ada penentuan (penutupan) diperpanjang atau pasar sudah mulai dibuka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Zoom Meeting di Warung Makan, Bupati Kediri Berikan Tauladan Bekerja Dimana Saja

Dia menjelaskan penutupan pasar hewan di wilayahnya mulai diberlakukan pada 28 Mei sampai 10 Juni 2022. Penutupan pasar hewan dilakukan baik untuk pengelolaan Pemerintah Daerah maupun oleh Desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, menuturkan jumlah kasus PMK per 26 Mei bertambah mencapai 174 kasus. Dari jumlah kasus sebelumnya hanya satu ekor hewan ternak terjangkit dan dilakukan pengobatan intensif dinyatakan sembuh.

Baca Juga :  Bupati Kediri Terima Keluh Kesah Emak-emak, Dilapori Janji Palsu Oknum Petugas

Adapun wilayah temuan kasus yang sebelumnya tercatat di Kecamatan Kandangan, Kepung, Puncu, Kayen Kidul, Ngadiluwih, Kandat, Ngasem dan bertambah Kecamatan Grogol.

Setelah dilakukan penelusuran, kasus di Kecamatan Grogol diketahui sapi diambil dari Kecamatan Ngadiluwih waktu pasaran hewan. “Ini memang semakin memperkuat kita bahwa di pasar itu potensinya (penyebaran) besar,” pungkasnya.

 

 

Pewarta: Anis Firmansyah
Editor: Ubaidhillah